MerahPutih.com - Menjamurnya biro umrah dan haji ilegal membuat sebagain masyarakat geram, termasuk beberapa biro umrah legal. Mereka yang tergabung dalam Forum Pengusaha Umrah dan Haji di Yogyakarta (Forpuhy) akan mengadakan edukasi dalam bentuk pameran.
Ketua Forpuhy Tanto menjelaskan, pameran bertajuk 'Umrah Hajj Moslem Tour Expo 2017', dilaksanakan di Jogja City Mall (JCM) DI Yogyakarta pada 8-10 September.
Pameran ini akan diikuti sekitar 25-33 biro travel Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Perjalanan Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang terdaftar resmi di Kementerian Agama DIY, Jawa Tengah.
Selain menawarkan paket murah pergi umrah, pihaknya akan mengadakan acara edukasi dan membagi tips membedakan biro umrah abal-abal dan biro umrah resmi.
"Acara ini juga untuk mengedukasi masyarakat setelah kasus penipuan biro umrah yang sempat mencuat akhir-akhir ini," kata Tanto dalam jumpa Pers di Rich Sahid Yogyakarta, Rabu (6/10).
Dalam pameran ini, biro umrah akan menyosialisasikan calon jemaah umrah soal seluk beluk tentang agen resmi yang sudah diakui pemerintah, dan bagaimana cara kerja penawaran menyesatkan dari orang-orang tidak bertanggung jawab.
Salah satunya mengenai biaya terendah yang bisa dibayarkan calon jemaah untuk berangkat ke Tanah Suci. Pemerintah sudah mematok biaya umrah sekitar Rp 20-an juta, di mana hampir 60-70 persen dipergunakan untuk pembelian tiket perjalanan pulang-pergi.
"Keterbukaan dalam pengelolaan serta kepastian pemberangkatan calon jemaah oleh agen inilah yang ingin kita jelaskan. Jangan sampai kasus First Travel terulang lagi. Makanya, kami akan edukasi masyarakat dengan digelarnya expo ini," kata dia.
Dia menjelaskan, potensi calon jemaah di DIY cukup banyak. Berdasarkan data tahun 1438 H atau tahun 2017 ini, Indonesia menempati urutan kedua di dunia setelah Pakistan sebagai negara yang mengirimkan jemaah umrah paling banyak di dunia.
Jumlah jemaah Indonesia sekitar 850 ribu jemaah. Naik jika dibandingkan tahun 1437 H yang hanya sekitar 700 ribu jemaah.
Khusus jemaah asal DIY, jumlahnya sekitar 20 ribu dan tiap tahun trennya selalu meningkat. Dia menargetkan selama tiga hari pameran, seluruh tenan bisa mencatatkan 150 paket umrah.
Pelaksana Humas Kanwil Kemenag DIY Bramma Aji Putra mengatakan, sampai saat ini biro travel PPIU dan PIHK yang terdaftar resmi di Kemenag DIY sebanyak 33 biro.
Usai musim haji tahun ini, Kementerian Agama bakal menyiapkan regulasi untuk menanggulangi munculnya korban penipuan biro travel fiktif sekaligus membuat sistem pelaporan calon jemaah yang gagal berangkat. (*)
Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Bandara Baru Yogyakarta Bakal Dilengkapi Jalur Evakuasi Bencana