Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita

Tatan Dokter Hewan: Memulung Akan Saya Geluti Terus

Fredy Wansyah - Jumat, 31 Juli 2015

Merahputih Megapolitan - Menjadi pemulung bagi sebagian masyarakat selalu dihindari. Profesi ini dianggap tidak layak sebagai manusia. Kumuh, kotor, dan tak ada nilai gengsi kerap kali jadi nilai sebelah mata profesi pemulung.

Bagi Dokter Tatan Sukmana, hal itu hanyalah sebatas anggapan belaka. Ia benar-benar mengabaikan gengsi dan anggapan masyarakat.

"Gengsi sih nggak. Biasa saja. Soalnya masih banyak orang yang belum tahu," katanya kepada Merahputih.com di kantornya, Jakarta, Jumat (31/7).

Jika Tatan beraksi, tak ada yang menyangka ia merupakan seorang dokter hewan. Sehari-harinya bergumul dengan sampah. Celananya pendek. Tangannya memegang pengais sampah.

Pekerjaan yang kerap dilakukan masyarakat ekonomi ke bawah itu merupakan profesi sampingan Tatan. "Kalau pagi pukul 08.00-17.00 WIB, saya bekerja di kantor. Malam hari dari pukul 23.00-03.00 WIB jadi pemulung," ujarnya.

Demi memenuhi pemasukan bulanannya, ia pun berencana menjadi bos pemulung. Pasalnya, tiap bulannya ia mampu meraih Rp2 juta. "Memulung akan saya geluti," katanya tegar.

"Saya berencana ingin memulai menjadi pengepul yang menampung barang-barang bekas, saat ini sedang nyari lokasi dulu," katanya. (fdi)

Baca Juga:

Tatan, Dokter Hewan yang Nyambi Jadi Pemulung

Kembalikan Uang Rp1 Miliar Temuannya, Pemulung Cantik Ini Jadi Bintang Iklan

Karena Kaus Kaka Slank, PPM Gelar Makan-Makan Bareng Pemulung

Baca Artikel Asli