Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?

Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026

Merahputih.com - Pemerintah optimistis menatap masa depan ekonomi nasional dengan membidik pertumbuhan sebesar 6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada 2027.

Angka yang tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 ini terbilang progresif dibanding target APBN 2026 yang dipatok pada level 5,4 persen.

Baca juga:

IHSG Terbang Tinggi Tembus Level 6.400, Pidato Ekonomi Prabowo Bikin Bursa Efek Bergairah

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langsung arah kebijakan anggaran tersebut saat Pembacaan Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangannya di Gedung DPR/MPR, Jumat (14/8).

Menurut Prabowo, keputusan menaikkan target pertumbuhan didorong oleh tren positif pemulihan dan penguatan fondasi ekonomi dalam negeri.

Postur Utama RAPBN 2027

data-path-to-node="20"> >Indikator Anggaran >Target / Proyeksi RAPBN 2027 >Pembanding APBN 2026 >Pertumbuhan Ekonomi >6,0% (yoy) >5,4% (yoy) >Belanja Negara >Rp4.097,2 triliun >Rp3.842,7 triliun >Pendapatan Negara >Rp3.426,0 triliun >Rp3.153,6 triliun >Pembiayaan Anggaran >Rp671,2 triliun >Rp689,1 triliun >Defisit Anggaran >2,40% terhadap PDB >2,68% terhadap PDB

Asumsi Makro Ekonomi dan Indikator Kesejahteraan 2027

Pidato

Untuk menopang target pertumbuhan 6 persen, pemerintah menyusun asumsi dasar makro ekonomi dan tolok ukur kesejahteraan sosial secara terukur:

  • Inflasi: Ditekan stabil pada kisaran 2,5 persen.

  • Suku Bunga SBN 10 Tahun: Diperkirakan berada di angka 6,9 persen.

  • Nilai Tukar Rupiah: Diasumsikan bergerak di kisaran Rp17.500 per dolar AS.

  • Harga Minyak Mentah (ICP): Diproyeksikan sebesar 75 dolar AS per barel.

  • Lifting Migas: Target lifting minyak mencapai 610.000 barel per hari, sedangkan lifting gas sebesar 954.000 barel setara minyak per hari.

  • Tingkat Kemiskinan: Ditekan ke rentang 6,0–6,5 persen (turun dari target 2026 di angka 6,5–7,5 persen).

  • Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): Ditargetkan melandai ke kisaran 4,30–4,87 persen.

  • Rasio Gini & Indeks Modal Manusia: Rasio Gini membaik ke rentang 0,362–0,367, sementara Indeks Modal Manusia naik ke angka 0,575.

Lompatan Ekonomi Semester I 2026 Jadi Modal Utama

Rasa percaya diri pemerintah bukan tanpa alasan. Sepanjang semester I 2026, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,45 persen (yoy). Capaian ini mencatatkan rekor laju pertumbuhan semesteran tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

Dua sektor utama yang menjadi penggerak pertumbuhan:

  1. Sisi Produksi: Sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum melonjak paling tinggi hingga 11,83 persen.

  2. Sisi Pengeluaran: Komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mencatat lonjakan tertinggi sebesar 18,62 persen.

Presiden Prabowo menegaskan, keberhasilan ini diraih di tengah guncangan ekonomi global, mulai dari tingginya suku bunga acuan dunia, konflik geopolitik, hingga fluktuasi harga energi global.

Disiplin Fiskal Tetap Terjaga di Tengah Ekspansi Belanja

Hingga akhir Juli 2026, realisasi pendapatan negara sanggup tumbuh 21,3 persen (yoy), sedangkan belanja negara tumbuh 18,2 persen (yoy).

Lonjakan belanja difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat, membenahi kualitas layanan publik, dan mempercepat roda ekonomi daerah.

Baca juga:

Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun

Meski belanja negara naik secara signifikan, defisit APBN 2026 tetap terjaga aman di posisi 0,91 persen terhadap PDB. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah mampu menyeimbangkan antara perlindungan sosial dan kesehatan anggaran.

Kita tidak memilih antara membantu rakyat dan menjaga APBN. Kita melakukan keduanya,

ucap Presiden Prabowo Subianto.
Baca Artikel Asli