Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga

Tangan Dingin Si Pemoles Harley

Ana Amalia - Jumat, 07 November 2014
>Kendaraan menjadi salah satu gaya hidup kebanyakan masyarakat, banyak orang rela menghabiskan pundi-pundi rupiahnya demi mempercantik tumpangan yang dikendarainya. Dari modifikasi tampilan hingga meningkatkan performa mesin, menjadi “candu” yang cukup mahal tentunya.

>Hal ini sangat dimanfaatkan Ferry Yusli, kegemaran para “biker” ia jadikan lahan usaha yang cukup menggiyurkan. Bermodal keahlian mesin yang hanya ia pelajari dari bengkel-kebengkel, pria kekar ini telah mempunyai bengkel modifikasi yang cukup mentereng. Tak tanggung-tanggung, Harley Davidson yang jadi sasaran pasarnya.

>Mencintai Mesin

>Bermula dari kegemarannya pada mesin bermotor sejak kecil, Ferry belajar secara otodidak. Buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya, kegemaran Ferry kecil memang diturunkan sang ayah. Sebagai pemilik bengkel khusus oplet, ayah Ferry tentunya banyak mengenalkan dunia “mekanik” pada sang anak, walhasil setiap pulang sekolah bocah itu selalu membantu para montir sang ayah, dari situlah ia mengenal mesin.

>Ditemui di bengkelnya, lelaki ramah ini sedikit bercerita tentang dunia mesin yang memang sudah mengalir dalam darahnya. Ketika SMP, sang ayah membelikannya motor tua keluaran inggris dengan tenaga 350 cc, senag bukan kepalang, itulah yang ia rasakan.

>“Waktu SMP, ayah saya beliin motor, motor tua sih, tapi memang tenaganya lumayan, WL Arny 350 cc keluaran tahun 1941, seneng banget waktu itu, dipake buat bolak-balik rumah-sekolah aja sih,” tutur pria itu.

>“Nah, suatu hari tuh motor ngadat, mati total, biasa anak SMP kan suka penasaran, bongkarlah otak-atik, otak-atik, dan ternyata hidup, dari situ saya merasa emang ini passion saya,” tambahnya.

>Menurutnya, belajar secara otodidak lebih mengasah kemapuan, ditambah lagi dengan rasa penasaran dan ingin tau yang besar, itulah yang membuatnya mampu mengambil keputusan untuk terjun di dunia permesinan.

>Berbekal kemampuannya, Ferry yang ketika itu masih duduk di bangku SMP memberanikan diri untuk masuk ke komunitas Ikatan Sport Harley Davidson (ISHD). Dari sinilah ia banyak mengenal karakteristik motor gede asal Amerika itu. Selain banyak belajar mengenai mesin, ia juga belajar tentang gaya dan karakter pengendara Harley, sehingga ia tahu betul bagaimana harus memodifiasi body motor bertenaga kuda itu.

>

>

>Berkah bergabung dengan komunitas

>Berhubung sudah menjadi anggota komunitas, tentulah Ferry mempunya tunggangan Harley. Jenis WL menjadi pilihannya, berbekal motor super mewah itu Ferry banyak melakukan aktifitas komnitas seperti touring dan sebagainya. Sebagai anggota komunitas tentunya Ferry punya banyak koneksi para pecinta Harley, hal itu sedikit banayk membantunya hingga menjadi besar seperti sekarang.

>Kemampuan Ferry dalam dunia mesin tidak diragukan para brotherhoodnya di ISHD, jika ada mesin yang ngadat pasti Ferry menjadi penawarnya. Pada mulanya ia tidak berniat mendirikan bengkel seperti saat ini, ketika itu Ferry hanya mengelola usaha sang ayah, berhubung kemampuan dan pengetahuannya yang cukup besar dalam dunia otomotif, banyak teman sekomunitasnya mendorong dirinya untuk membuka usaha.

>Berawal dari tempat nongkrong yang ia buat bersama teman-temannya di JL H Naimun, Pondok Pinang, Ferry membuka usaha bengkelnya.

>“Awalnya enggak ada niat buat buka bengkel kaya gini, Cuma karena saat itu banyak teman yang kasih saran, jadi dijalanin ajah” ungkapnya.

>

>Ferry Bike Restoration

>Dari hobi menjadi pintu rezeki, itulah yang dialami Ferry. Setelah menikah pada 1981, lelaki 42 tahun ini mulai menekuni usahanya. Bengkel yang ia namai Ferry Bike Restoration itu tidak hanya melayani pemeliharaan mesin ataupun service suku cadang, tapi juga merambah ke perakitan dan modifikasi. Dari merubah tangki, shockbreaker, stang, lampu, mesin, dan masih banyak lagi. Bahan dan peralatan yang digunakan Ferry Bike Restoration ini langsung didatangkan dari Amerika, jadi jika ingin memoles si kekear Harley di bengkel ini, anda harus sabar karena memang membutuhkan waktu pemesanan yang relatif tidak sebentar.

>Kepiawan tangan dingin Ferry memoles dan merakit si kekar Harley sudah cukup mentereng di komunitas-komunitas seluruh Indonesia. Karena itu banayk pecinta motor gede ini berbondong-bondong mengunjungi begkelnya. Berhubung tenaga mekanik yang terbatas dan pemesanan barang yang memakan waktu, para pelanggan Ferry harus sabar menunggu.

>

>Kualitas Dan Kepuasan jadi preoritas

>Kualitas dan kepuasan pelanggan menjadi preoritas utama Ferry, untuk itu dirinya membatasi pemesanan jika sudah banyak daftar pelanggan yang sedang ia tangani. Ferry memang tau betul selera dan karakteristik penunggang Harley, karena itu banyak baikers yang mempercayai tunggangannya pada tangan dingin Ferry.

>“Saya membuat modifikasi yang siap untuk dipakai sehari-hari. Sesuai dengan desain keinginan pelanggan. Jika pelanggan ingin memodifikasi ulang secara keseluruhan biayanya kurang lebih ratusan juta. Tapi hasilnya memuaskan,” pungkasnya.

>Ferry Bike Restoration kini makin ramai, tidak hanya anggota komunitas moge saja yang jadi pelanggannya, Kapolres, Kapolda, hingga para pejabat daerah yang hobi motor mewah satu ini juga menjadi pelanggannya setianya.

>Tentunya omset yang dihasilkan cukup menggiurkan. Rp.30 Juta, itu hanya keuntungan perbulannya untuk service mesin, belum lagi modifikasi body dan yang lainnya. Bengkel Ferry baru ada satu di Indonesia, yaitu di jalan H Naimun No 33 Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Baca Artikel Asli