MerahPutih.com - Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok menegaskan bkemacetan panjang yang terjadi di Jalan Yos Sudarso hingga Cilincing bukan disebabkan aktivitas bongkar muat di dalam pelabuhan.
Kepala KSOP Kapten Heru menyebut biang kerok kemacetan adalah aktivitas depo kontainer di kawasan Cakung, Jakarta Timur.
“Kemacetan akibat aktivitas depo-depo kontainer yang ada di kawasan Cakung, Jakarta Timur," Kapten Heru, saat dikonfirmasi awak media, dikutip Selasa (26/5).
Baca juga:
Akses Masuk Pelabuhan Tanjung Priok Lumpuh Total Kemarin, Ini Biang Keroknya!
Menurut dia, lokasi depo kontainer di Cakung itu terhubung langsung dengan akses menuju Pelabuhan Tanjung Priok melalui Jalan Raya Cilincing, sehingga akhirnya memicu kemacetan parah.
Heru menambahkan kemacetan kawasan Tanjung Priok juga bukan karena jumlah kapal bersandar yang banyak atau antrean panjang di dalam pelabuhan.
Aktivitas bongkar muat dan kapal bersandar normal,
Kepala KSOP Kapten Heru
Polisi Amini Pernyataan Syahbandar
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Ginanjar Tejasasmita, juga memastikan kemacetan panjang bukan berasal dari operasional pelabuhan.
Baca juga:
Cegah Macet Parah, Pemprov DKI Siapkan Lahan 5 Hektare untuk Truk di Tanjung Priok
Menurut Ginanjar, kemacetan sudah terjadi di Jalan Raya Cilincing sehingga berdampak pada arus kendaraan yang keluar dari Pelabuhan Tanjung Priok melalui Pos 9.
Kemacetan tersebut bukan berasal dari Pelabuhan Tanjung Priok,
AKP Ginanjar Tejasasmita
Neraka Kemacetan di Tol Arah Pelabuhan
Diberitakan sebelumnya, akses menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, lumpuh total pada Senin (25/5) sore kemarin hingga malam.
Ratusan kendaraan, terutama truk kontainer, terjebak dalam kemacetan panjang di Jalan Yos Sudarso hingga berdampak ke Tol Ancol.
Baca juga:
Pramono bakal Perluas Pelabuhan Muara Angke, Atasi Penumpukan Kapal
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga Tol Ancol. Dilansir Antara, sejumlah truk kontainer memilih mematikan mesin karena kendaraan tidak bergerak hingga malam hari.
Bahkan, petugas jalan tol sampai harus membuka barrier tol di depan Menara Pelindo supaya mobil yang terjebak kemacetan arah bisa putar balik. (*)