Merahputih.com - Suasana aerial jalan tol layang akses NPEA II di kawasan terminal peti kemas Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (14/5/2026).
Proyek New Priok Eastern Access (NPEA) Seksi II merupakan pembangunan jalan akses tol layang sepanjang sekitar 3,8 kilometer yang menghubungkan Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda dengan New Priok Container Terminal 1 (NPCT 1) di Pelabuhan Kalibaru, Jakarta Utara. Proyek senilai Rp2,33 triliun ini dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk meningkatkan konektivitas logistik menuju Pelabuhan Tanjung Priok.
Pembangunan jalan tol layang ini ditujukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas logistik di jalur New Priok South Access (NPSA) sekaligus mempercepat distribusi barang dari kawasan industri menuju pelabuhan. Nantinya, akses tersebut akan terhubung langsung dengan Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC) sehingga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu tempuh kendaraan logistik. Struktur proyek dibangun dengan konstruksi elevated atau layang sepanjang sekitar 3,5 hingga 3,8 kilometer, termasuk melintasi area sisi laut di wilayah Cilincing.
Dalam proses pengerjaannya, proyek ini memanfaatkan teknologi Building Information Modeling (BIM) dan Drone LiDAR guna meningkatkan presisi konstruksi. Sementara itu, Waskita Beton Precast dipercaya menyuplai material spun pile untuk kebutuhan fondasi proyek. Hingga April 2026, pekerjaan pemancangan struktur laut masih berlangsung. Pengelola proyek juga memastikan ruang bebas di bawah konstruksi tol tetap memadai untuk jalur pelayaran nelayan, menyusul adanya protes warga terkait dampak pembangunan di perairan Cilincing. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 20 bulan sejak dimulai pada Agustus 2025. (Foto: MP/Didik Setiawan).