MerahPutih.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan menghadapi anomali cuaca yang terjadi di ibu kota. Meski sudah memasuki musim kemarau panjang, hujan masih mengguyur sejumlah wilayah Jakarta.
Baca juga:
BPBD DKI melakukan koordinasi intensif dengan BMKG dan perangkat daerah terkait untuk memantau perkembangan cuaca serta memastikan saluran air di wilayah rawan genangan tetap berfungsi baik.
Kami terus memperkuat kesiapsiagaan petugas dan memaksimalkan penyebaran informasi cuaca secara cepat dan tepat kepada masyarakat,
BPBD DKI.
Pusdalops Siaga 24 Jam
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD DKI Jakarta bersiaga penuh 24 jam untuk menerima laporan masyarakat dan mengoordinasikan respons cepat di lapangan. Sistem peringatan dini juga dioptimalkan melalui kanal digital, termasuk media sosial dan aplikasi berbasis daring.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan aktif memantau informasi resmi dari BPBD maupun BMKG. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan potensi bahaya melalui layanan Jakarta Siaga 112.
Baca juga:
Pembangunan Turap Kali Cideng untuk Cegah Longsor dan Percantik Kawasan Kuningan
Anomali Cuaca Imbas Faktor Meteorologi
Menurut BMKG, periode 23–29 Juni 2026 menunjukkan curah hujan di Indonesia secara umum berada pada kategori menengah (62,55%) dan rendah (37,39%), dengan peluang hujan kategori tinggi relatif terbatas.
Siklon Tropis Mekkhala yang berkembang dari bibit siklon tropis “92W” turut memengaruhi pola angin, membentuk daerah belokan serta pertemuan angin di Samudera Pasifik timur Filipina hingga Laut Cina Selatan. Fenomena ini berkontribusi pada anomali cuaca yang masih terjadi di Jakarta.
Baca juga:
BPBD menegaskan komitmen untuk terus hadir melindungi warga dari potensi ancaman bencana, agar masyarakat tetap aman, sehat, dan produktif meski dalam kondisi cuaca yang menantang. (Asp)