Survei Sebut Jokowi Kalah di Suara PNS, Pengamat: Wajar
Jumat, 29 Maret 2019 -
MerahPutih.com - Hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan elektabilitas Capres nomor urut 01, Joko Widodo rendah di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal itu sangat berbeda jauh dari capres Prabowo-Sandi yang mencapai 48,2 persen.
Melihat hal itu, Pengamat Politik, Ujang Komarudin mengatakan fenomena itu terjadi tak lepas dari rasa kecewa para PNS itu sendiri.
"Bisa saja karena selama ini ASN kecewa pada Jokowi. Dan wajar jika Jokowi menaikan gaji ASN akhir-akhir ini. Bisa saja untuk mengobati kekecewaan itu," kata Ujang kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (29/3).
Dari beberapa hasil survei akhir-akhir ini, Jokowi unggul di kalangan pemilih berpenghasilan rendah. Hal ini juga masuk akal, kata Ujang, karena Jokowi berangkat dari kalangan bawah.
"Jika Jokowi unggul di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah juga wajar. Karena Jokowi mengidentikan diri sebagai wong cilik. Berangkat dari desa," jelas guru Universitas Al Azhar ini.
Ujang menyarankan, jika calon petahana ingin menang di kalang pemilih berpenghasilan tinggi, agar membuat kebijakan-kebijakan yang memihak kepada kalangan tersebut.
"Kalau kelas masyarakat yang berpenghasilan tinggi tersebut diuntungkan oleh kebijakan Jokowi, tentu mereka dengan sendirinya mendukung Jokowi," imbuh Ujang.
Sementara, terkait klaim keunggulan di Jawa Barat dan Banten, Ujang menilai hal itu wajar dalam startegi politik.
"Karena mungkin saja mereka menilai dari hasil survei dari lembaga survei. Dan saling klaim kemenangan di politik itu soal biasa," jelas Ujang.
"Kita tinggal lihat nanti di 17 April 2019 benar atau tidaknya klaim tersebut. Karena rakyatlah yang memilih. Kita tunggu saja pilihan rakyat," pungkasnya. (Knu)
Baca Juga: Survei CSIS Ramal Suara Golkar Terpuruk Cuma 1 Digit