Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Tekno

Supercar Listrik China Makin Agresif, CEO Lamborghini Tak Khawatir

Yusuf Abdillah - 1 jam, 38 menit lalu

Merahputih.com - Merek-merek mobil asal China semakin agresif memperluas lini produknya ke segmen mobil sport hingga supercar berperforma tinggi. Berbekal teknologi elektrifikasi, sejumlah pabrikan Negeri Tirai Bambu mulai menghadirkan mobil dengan tenaga yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Mobil-mobil tersebut umumnya mengandalkan motor listrik berukuran kompak yang dipadukan dengan baterai berkapasitas besar. Hasilnya, performa tinggi dapat dicapai tanpa harus menggunakan mesin berkapasitas besar.

Baca juga:

Ferrari SC40: Supercar One-Off Penerus Roh F40 dengan Teknologi Hybrid 296 GTB

Salah satu model yang lebih dulu mencuri perhatian adalah YangWang U9. Supercar listrik tersebut bahkan mencetak rekor kecepatan tertinggi baru untuk mobil produksi pada akhir tahun lalu.

Tak berhenti di situ, Denza baru-baru ini memperkenalkan model Z yang menggunakan konfigurasi tiga motor listrik. Mobil tersebut diklaim mampu menghasilkan tenaga hingga 1.582 hp dan ditawarkan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan Porsche 911 Carrera 4 GTS.

Lamborghini Tak Anggap China Ancaman

Meski perkembangan supercar China semakin pesat, CEO Lamborghini Stephan Winkelmann mengaku tidak merasa terancam.

Menurut Winkelmann, keunggulan sebuah supercar bukan hanya ditentukan oleh angka tenaga atau kecepatan. Ada unsur emosional yang selama ini menjadi bagian penting dari karakter Lamborghini.

Kami tidak melihat ini sebagai ancaman, karena mereka membuat mobil listrik,

ujar Winkelmann.

“Jika kami mengatakan bahwa kami tidak membuat mobil listrik karena suatu alasan, maka ada juga gagasan di balik cara kami memandang para pesaing kami dari China atau produsen China,” lanjutnya.

Baca juga:

Supercar Listrik BYD Yangwang U9 Mejeng di Ajang Otomotif GIIAS 2025

Winkelmann menilai mobil listrik, secepat apa pun performanya, tetap memiliki tantangan untuk menghadirkan sensasi yang sama seperti supercar bermesin pembakaran internal.

Suara mesin, karakter respons tenaga, hingga pengalaman berkendara dinilai menjadi bagian yang sulit digantikan hanya dengan performa di atas kertas.

China Mulai Gabungkan Mesin Konvensional dan Listrik

Menariknya, sejumlah produsen China tampaknya mulai memahami aspek tersebut. Great Wall Motors (GWM), misalnya, tengah mengembangkan supercar bermesin tengah yang tidak sepenuhnya mengandalkan tenaga listrik.

Model tersebut akan menggunakan mesin V8 4,0 liter twin-turbocharged plug-in hybrid (PHEV) yang telah diperkenalkan GWM sebelumnya.

Baca juga:

Spesifikasi Lengkap Denza N8 Mobil Listrik Terbaru BYD, 1.000 KM Sekali Isi Baterai

Untuk mendukung performanya, mobil ini juga bakal menggunakan struktur monokok berbahan serat karbon yang ringan.

GWM sebelumnya menyatakan supercar tersebut akan diarahkan untuk bersaing langsung dengan Ferrari SF90 Stradale.

Baca Artikel Asli