Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Strategi Ganjar Atasi Konflik di Papua

Frengky Aruan - Selasa, 23 Januari 2024

MerahPutih.com - Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo membeberkan strateginya untuk menyelesaikan konflik di Papua jika kelak terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia.

Ganjar akan mengedepankan pendekatan kultural dan dialog dengan tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat. Menurutnya, konflik akan muncul dan memanas salah satunya dikarenakan faktor masyarakat selalu merasa kurang dilibatkan dalam pengambilan keputusan, khususnya terkait pembangunan.

Baca Juga:

Bahas Usia Pemimpin, Prabowo Minta Wagub Jatim Jangan Tanya-Tanya Umur

Hal tersebut disampaikan Ganjar usai berkunjung ke Pesantren dan Rumah Kebudayaan Wongsorogo di Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Selasa (23/1).

"Banyak konflik yang terjadi karena pada saat proses pengambilan keputusannya mereka tidak dilibatkan, atau dilibatkan tapi kurang representatif. Maka intensitas pelibatan kelompok dalam suku, agama, golongan, ras yang berbeda memang butuh waktu," kata Ganjar.

Berkaca dari pengalamannya sebagai Gubernur Jawa Tengah dua periode, Ganjar selalu turun langsung menemui masyarakat dan menggelar rembugan. Tujuannya, untuk menyerap aspirasi masyarakat sebanyak mungkin.

Baca Juga:

TPN Ibaratkan Komitmen Transisi Energi Jokowi Bak Tari Poco-Poco

"Kalau kita mau memitigasi sebuah keputusan yang berdampak negatif, maka libatkan orang lain lebih banyak sebanyak mungkin. Di situlah dalam budaya kita ada istilah rembugan, hidup bersama, negosiasi," ujarnya.

Oleh sebab itu, kata Ganjar, rembugan antara pemerintah, stakeholder, dan masyarakat adalah kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. Sebab, rembugan sudah menjadi salah satu tradisi masyarakat.

"Itu ruang yang paling bagus dalam kultur kita kalau di desa ada rembug desa itu menyelesaikan banyak persoalan," imbuhnya.

Termasuk untuk menyelesaikan konflik di Papua. Ganjar menegaskan bakal lebih memilih jalan penyelesaian dengan cara rembugan dan dialog.

"Termasuk kita adopsi ke beberapa persoalan seperti kemarin orang bertanya bagaimana menyelesaikan persoalan di Papua dengan kekerasan, dengan senjata, atau diplomasi dan dialog. Saya pilih yang dialog," kata Ganjar. (Pon)

Baca Juga:

Jokowi Kemarin ke Salatiga, Ganjar Bantah Membuntuti dan tidak Merasa Dibuntuti

Baca Artikel Asli