Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

STDB Jadi Kunci Peningkatan Produktivitas Petani Sawit Swadaya

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 23 Juni 2026

MerahPutih.com - Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia, yang menjadi lembaga mendampingi petani swadaya, menilai Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas.

Demikian disampaikan Kepala Sekretariat Fortasbi, Rukaiyah Rafik, dalam diskusi dengan media membahas hasil penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), 23 Juni 2026.

Penelitian CIPS menunjukkan produktivitas petani swadaya meningkat antara 5-10% setelah mendapatkan sertifikat. Riset CIPS menyoroti legalitas lahan dan usaha atau STDB (Surat Tanda Daftar Budi-daya) menjadi salah satu kunci peningkatan produktivitas petani swadaya.

Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Fortasbi) menilai, dukungan terhadap sertifikasi petani sawit swadaya, menjadi salah satu pintu masuk untuk menguatkan pendataan dan pemenuhan persyaratan STDB.

Baca juga:

130 Perusahaan Sawit Belum Naikkan Harga TBS Setelah Penguman Ekspor Satu Pintu Pemerintah

Kepala Sekretariat Fortasbi Rukaiyah Rafik, mengatakan, untuk mencapai penerbitan STDB sebagai syarat dari sertifikasi ISPO, yang diperlukan petani sawit swadaya adalah penguatan dukungan, terutama pada pemetaan lahan, bagi petani yang hanya memegang Surat Keterangan Tanah (SKT).

“Para pemangku kepentingan perkelapasawitan, bisa menguatkan dukungan untuk pemetaan lahan petani. Kesulitan dalam proses pemenuhan syarat dan penerbitan STDB, akan menyandra petani sawit menuju sertifikasi ISPO,” ungkap Rukaiyah di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.

Dengan STDB sebagai syarat ISPO, maka idealnya ada dukungan pendanaan bagi petani sawit swadaya untuk melakukan pemetaan lahan (polygon dan titik koordinat), yang bisa mengurangi pengeluaran petani untuk memenuhi persyaratan STDB.

Selain itu, setelah terbinya STDB atau sertifikasi ISPO, petani harus semakin dimudahkan untuk mengakses berbagai bantuan, seperti bantuan Saranan dan Prasarana, Peremajaan Sawit, Sertifikasi, Pelatihan Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia, atau program pemerintah lainnya.

“Di mana tujuan semua itu adalah untuk peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani dan bergeraknya ekonomi di daerah,” ungkapnya.

STDB yang mencakup informasi geospasial, bisa juga digunakan sebagai data untuk dukungan bantuan yang diberikan pada petani sawit swadaya yang lebih tepat sasaran.

Dari data STBD, akan diketahui kebutuhan nyata petani. Misalnya apakah petani butuh akses pada PSR atau Pupuk, karena saat ini banyak pohon sawit petani swadaya sudah tua dan perlu dukungan peremajaan.

“Kondisi sawit yang sudah tua ini, membuat produktivitas petani rendah,” ungkapnya.

Baca Artikel Asli