Merahputih.com - Hasil AC Milan vs Benfica akhirnya ditutup dengan kekalahan pahit bagi skuad tuan rumah yang harus rela ditekuk 0-2 lewat gol cepat Dodi Lukebakio dan sontekan Jakub Kamiński.
Pertandingan ini menjadi tamparan keras sekaligus bukti nyata bahwa dominasi penguasaan bola tak selalu menjamin tim bisa mengamankan poin penuh di sepak bola modern.
Kalau kita bedah lebih dalam soal skor AC Milan vs Benfica tadi malam, kelihatan banget betapa efektifnya gaya main pragmatis dari kubu tamu.
Walaupun publik tuan rumah berharap tim kesayangannya bisa comeback, kemenangan Benfica sukses mengunci mulut para kritikus berkat pertahanan mereka yang super rapat bak parkir bus.
Dari statistik AC Milan vs Benfica yang beredar, Rossoneri sebenarnya terus mengurung lawan dari awal laga, tapi sayangnya mereka kebingungan saat harus melakukan penyelesaian akhir.
Dominasi Semu AC Milan: Asyik Muter Bola, Lupa Cara Cetak Gol

Jalannya pertandingan sebenarnya didominasi penuh oleh tim tuan rumah. Bayangkan saja, Milan mencatatkan penguasaan bola hingga 61% dengan total 570 umpan.
Mereka juga berhasil masuk ke sepertiga akhir pertahanan lawan sebanyak 73 kali. Sayangnya, semua dominasi itu terasa hambar.
Benfica yang cuma kebagian jatah pegang bola 39% malah sukses mencuri gol lebih dulu lewat aksi Dodi Lukebakio di menit ke-16.
Belum sempat Milan bernapas dan membalas, Jakub Kamiński malah menambah penderitaan tuan rumah dengan gol keduanya di babak kedua, tepatnya pada menit ke-53.
Rapor Statistik AC Milan vs Benfica: Efektivitas vs Penguasaan Bola
Buat kamu yang suka dengan bedah data, ini dia rangkuman angka-angka yang jadi bukti kuat betapa frustrasinya barisan penyerang Rossoneri semalam:
1. Peluang dan Tembakan (xG)
Walaupun melepaskan lebih banyak tembakan, kualitas peluang Milan kalah telak dari Benfica.
-
Ekspektasi Gol (xG): AC Milan (1.03) vs Benfica (0.63)
-
Total Tembakan: AC Milan (17) vs Benfica (11)
-
Peluang Emas (Big Chances): AC Milan (0) vs Benfica (1)
-
Tendangan Sudut: AC Milan (10) vs Benfica (1)
Dari data di atas, terlihat jelas kalau AC Milan tidak punya satu pun peluang emas alias big chances. Mereka banyak buang tembakan dari posisi yang kurang ideal.
2. Barisan Pertahanan Benfica Tampil Kesetanan
Kunci kemenangan tim tamu ada di lini belakang mereka yang tampil super solid dan berani berduel fisik.
-
Tekel Berhasil: Benfica mencatat 23 tekel berbanding jauh dengan Milan yang cuma 9.
-
Sapuan Bersih (Clearances): Pemain belakang Benfica sampai harus melakukan 27 sapuan demi mengamankan gawang mereka.
-
Duel Lapangan & Udara: Benfica memenangkan 59% total duel (41 duel lapangan, 15 duel udara). Mereka benar-benar bikin penyerang Milan mati kutu.
3. Performa Kiper yang Kontras
Penjaga gawang Benfica patut dikasih jempol. Ia sukses melakukan 4 penyelamatan penting, termasuk 2 penyelamatan krusial yang mengamankan status clean sheet.
Baca juga:
AC Milan dan BMW Resmi Perpanjang Kerja Sama untuk Musim Keenam Berturut-turut
Secara metrik, kiper Benfica sukses mencegah 0.76 gol (goals prevented), sedangkan kiper Milan justru mencatat rapor minus (-0.97) dengan hanya 2 kali penyelamatan.
Hasil laga ini jelas jadi PR besar buat pelatih AC Milan. Mereka harus segera mencari solusi agar dominasi penguasaan bola tidak cuma jadi angka statistik cantik, tapi juga bisa dikonversi jadi gol penentu kemenangan.