Merahputih.com - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengakui mulai merasakan tekanan setelah timnya menjalani start kurang meyakinkan di Serie A musim ini.
Juventus baru mengoleksi 7 poin dari empat pertandingan. Situasi tersebut membuat tekanan kepada Spalletti meningkat, terlebih dua pelatih sudah kehilangan pekerjaannya hanya dalam empat pekan awal kompetisi.
Baca juga:
Antonio Conte Mulai Cari Proyek Baru, Juventus, AC Milan, dan Manchester United Disebut Berminat
Meski demikian, Spalletti menilai tekanan merupakan bagian dari pekerjaannya sebagai pelatih Juventus.
Itu normal. Saya tidak terkejut dua pelatih dipecat setelah empat pertandingan. Saya juga tidak terkejut dengan hal-hal yang dikatakan di sini,
ujar Spalletti seperti dikutip Football Italia.
Spalletti Abaikan Kritik
Spalletti mengaku tidak ingin terlalu memikirkan reaksi negatif setelah timnya gagal meraih hasil maksimal.
Menurutnya, kemampuan menerima tekanan justru menjadi bagian penting dalam menjalani profesi sebagai pelatih.
"Belajar menerima tekanan adalah obat. Itu membantu Anda menjalani hidup dengan benar," kata Spalletti.
Baca juga:
Juventus vs NEC Nijmegen: Si Nyonya Tua Punya Catatan Kurang Meyakinkan Lawan Tim Belanda
Juventus Waspadai NEC Nijmegen
Saat ini Juventus fokus menghadapi Liga Europa. I Bianconeri akan menghadapi NEC Nijmegen pada matchday pertama.
Di atas kertas, Juventus lebih diunggulkan. Namun, Spalletti meminta anak asuhnya tidak menganggap remeh tim asal Belanda tersebut.
Kami harus siap. Jika tidak, kami bisa terkejut,
tuturnya.
"Kami harus berada pada level mental yang tinggi. Jika kami tidak siap, ini bisa menjadi malam yang tidak menyenangkan," pungkasnya.
Baca juga:
Prediksi Juventus vs NEC Nijmegen: Bianconeri Incar Kebangkitan di Liga Europa 2026/27