MerahPutih.Com - Membangun narasi-narasi positif dipandang perlu dan penting dalam ruang publik untuk memerangi hoaks. Pasalnya, hoaks selalu berpotensi mendatangkan pengaruh buruk bagi masyarakat.
Hal ini disampaikan Staf Khusus Presiden Aminuddin Ma'ruf dalam kesempatan media visit di Jakarta, Selasa, (10/12).
Baca Juga:
Pengangkatan Aminuddin Ma'ruf Bentuk Penghormatan Kepada Aktivis Muda Islam
Lebih lanjut tokoh muda yang juga alumni pesantren ini menegaskan agar semua pihak dengan penuh kesadaran menebarkan narasi-narasi positif termasuk media massa yang memiliki peran terdepan dalam menyebar informasi.
“Berikan masyarakat, berikan anak-anak muda narasi-narasi yang positif, narasi-narasi yang menimbulkan dan meningkatkan produktivitas masyarakat,” ujar Aminuddin.
Menurut dia, melawan hoaks bukan semata tugas pemerintah melainkan seluruh komponen masyarakat.
“Media dan tentunya juga semua komponen masyarakat juga punya tugas mengedukasi untuk anak-anak agar punya nalar kritis,” katanya.
Nalar kritis inilah kata anak muda kelahiran Karawang, Jawa Barat, 33 tahun lalu itu yang akan menjadi perisai bagi generasi muda agar tidak mudah termakan informasi hoaks.
Sebagaimana dilansir Antara, Aminuddin berpendapat dengan semakin teredukasinya masyarakat di Indonesia maka semestinya hoaks pun bisa diberantas.
“Seharusnya hoaks semakin tidak ada tapi kan ada anomali di sini yang kena justru generasi-generasi muda yang relatif teredukasi berarti ada nilai kritis yang hilang dalam dunia pendidikan di anak generasi muda kita sehingga anak muda kita gampang sekali terkena hoaks,” katanya.
Baca Juga:
Aminuddin Ma'ruf Baru Tahu Gajinya Sebagai Stafsus dari Wartawan
Hal itulah kata Mantan Ketua Umum PB PMII yang menjadi tugas bersama untuk menanamkan nilai-nilai kritis ke anak-anak dan generasi muda di tanah air.
“Kuncinya adalah penuhi informasi-informasi dengan narasi optimis kembangkan itu menjadi sebuah narasi yang menjadi isu utama di dalam atau di kalangan anak-anak muda,” pungkas Aminuddin Ma'ruf.(*)
Baca Juga:
Staf Khusus Didominasi Kaum Milenial, Presiden Jokowi Ingin Pertajam Inovasi