MerahPutih.com - Sparks Fashion Academy (SFA) menghadirkan peragaan busana bertajuk The Reconstruct Garden dalam rangkaian acara Ramadan Runway yang digelar di Kota Kasablanka.
Mengusung konsep siluet maksimalis, detail terfragmentasi, serta gaya asimetris yang kreatif, peragaan ini menjadi ruang eksplorasi bagi siswa dan alumni program Fashion Design Akademik serta Fashion Business SFA.
Melalui karya yang ditampilkan, para desainer muda memadukan estetika, keberlanjutan, dan narasi desain kontemporer dalam satu panggung yang dinamis.
Tema 'The Reconstruct Garden' diangkat sebagai interpretasi taman yang merepresentasikan kehidupan, pertumbuhan, dan regenerasi. Para desainer mengeksplorasi gagasan rekonstruksi melalui pemilihan material, teknik, serta pendekatan desain yang menggabungkan unsur alam dengan sentuhan modern.
Baca juga:
Bawa Keindahan Musim Bunga, Ramadan Runway 2026 Usung Tema 'Blooming Ramadan'
Setiap karya yang ditampilkan mencerminkan bagaimana keindahan dapat lahir kembali melalui proses transformasi kreatif.
Peragaan ini menampilkan karya dari delapan desainer muda berbakat SFA, yaitu Cheryl Aziza, Avryl Hilary x Destyani, Crista Flora, Alifia Herfiani, Syahidatu Maryamullah, Dinie Katumbiri, Little Samiaa by Asta Setiarini, serta Cutemonster by Sophia Aradhu x Nindhita.
Tidak hanya menghadirkan fashion show, SFA juga berkolaborasi dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia dan Indonesia Fashionpreneur Competition untuk menggelar kompetisi EvoFabric.
Ajang ini mengajak peserta merancang konsep kain yang selaras dengan tema 'The Reconstruct Garden'. Karya terpilih nantinya akan diwujudkan melalui sesi live draping yang ditampilkan langsung di atas panggung.
Baca juga:
Ramadan Rhapsody 2026 Raup Rp 1,1 Miliar, Bukti Modest Fashion Tetap Tangguh
Kompetisi ini sekaligus menjadi upaya menemukan talenta muda serta brand lokal baru di industri fashion. Dalam prosesnya, peserta akan berkolaborasi dengan koleksi dari alumni desainer SFA, yakni Berto Yosua dan Zohraenny D. Prima.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan perpaduan antara eksplorasi tekstil eksperimental dengan siluet busana yang dinamis, sekaligus memberikan pengalaman yang lebih imersif bagi audiens melalui proses kreatif yang ditampilkan secara langsung. (Far)