MerahPutih.com - Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang menjadi relawan uji vaksin COVID-19 Sinovac mengajak masyarakat menyambut positif rencana vaksinasi yang digulirkan pemerintah.
Salah satu bentuk ajakan tersebut, ia memberikan testimoni setelah mengalami dua kali disuntik vaksin Sinovac yang diuji klinik oleh ilmuwan Bio Farma dan Fakultas Kedokteran Unpad.
Ia mengaku tidak punya keluhan berarti akibat suntik vaksin. Bahkan hasilnya baik, menurut peneliti.
Baca Juga:
Sah! BPOM Keluarkan Persetujuan Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac
“Kami sudah 2 kali suntik dan bulan depan Februari akan dilaporkan oleh Bio Farma ke BPOM. Bocorannya, sementara hasilnya baik, kira-kira begitu,” kata Ridwan Kamil, dalam jumpa pers di Bandung, Senin (11/1).
Namun, ia tidak bisa menjelaskan secara klinis efek vaksin terhadap tubuhnya. Sebab penjelasan klinis hanya bisa disampaikan oleh peneliti.
“Kalau ditanya sebagai pribadi, sebagai lelaki, saya usia 49. Hanya linu, pegal selama satu jam. Jadi itu saya jujur apa adanya, karena jarumnya tak kecil, kalau jarum ngambil darah kecil kalau vaksin agak besar sedikit,” katanya.
Efek lain yang ia rasakan setelah mendapat suntik vaksin ialah ngantuk selama tiga hari, terutama menjelang magrib.
“Saya 3 hari agak mengantuk, menjelang magrib. Biasanya tidak pernah. Hanya itu saja,” katanya.
Di luar efek-efek tersebut, ia tidak mengalami keluhan lain. Dan setelah efek tersebut, ia merasa bugar dan sehat.
“Dulu ada kekhawatiran ada bengkak, tidak. Kekhawatiran demam, tidak juga. Kekhawatiran badan berubah, kemudian tidak pernah kita melaporkan, apalagi berubah jadi warna hijau kemudian jadi Spiderman tidak ada,” katanya sambil bercanda.
Suntik vaksin juga tidak membatasi aktivitasnya sebagai gubernur. Tentu, ia juga berusaha meningkatkan kesehatan dengan mengkonsumsi suplemen atau vitamin dan olahraga.
“Jadi kalau orang khawatir kumaha eta divaksin? Tingali we Gubernur Jabar dan Forkopindanya. Itulah sosok yang sudah divaksin, tidak ada terlihat lesu, leuleus, lemah, gimana, semua terlihat bugar walafiat sehingga itulah cerminan,” katanya.
Baca Juga:
Kondisi tersebut membuatnya yakin bahwa vaksin berdampak positif pada tubuh. Ia juga yakin di dalam tubuhnya ada antibodi yang melindungi dari virus corona.
Karena itu, ia berharap masyarakat mau mengikuti program vaksinasi agar wabah cepat selesai.
Ia sendiri mengaku menjadi relawan agar bisa merasakan langsung dan menyampaikan testimoni.
“Kalau kami tidak ikut pertanyaan tadi saya tidak bisa jawab. Nanti disangka konspirasi ini itu. Kalau ini mah kan tubuh kami sendiri yang menjadi tempat eksperimen,” katanya. (Iman Ha/Jawa Barat)
Baca Juga:
Menko Luhut Pastikan Vaksinasi Nasional COVID-19 Dimulai Rabu