Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Senja Teduh Pelita Penggabungan Musik, Teater, dan Narasi Kuat Membuka Babak Baru MALIQ & D'Essentials.

Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Juli 2026

MerahPutih.com - Musikal Senja Teduh Pelita menjadi panggung baru bagi kisah orisinal yang memadukan fiksi ilmiah dan refleksi tentang masa depan, tetapi juga membuka babak baru bagi karya-karya MALIQ & D'Essentials.

Bagi band tersebut, pertunjukan ini menjadi ruang di mana lagu-lagu mereka mendapatkan makna dan kehidupan yang berbeda dari sebelumnya.

Musikal hasil kolaborasi Indonesia Kaya, Jakarta Movin, dan MALIQ & D'Essentials ini resmi dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 3–12 Juli 2026. Mengangkat kisah tentang sekelompok anak yang berusaha membangun kembali peradaban setelah dunia mengalami kehancuran, pertunjukan ini menghadirkan sekitar 20 lagu MALIQ & D'Essentials sebagai bagian penting dari alur cerita.

Sejumlah lagu seperti "Senja Teduh Pelita", "Himalaya", "Aurora", "Jalan Pulang", hingga materi dari album terbaru Begini Begitu diinterpretasikan ulang untuk mengiringi perjalanan emosional para karakter di atas panggung.

Baca juga:

Musikal 'Senja Teduh Pelita' Resmi Pentas, Angkat Kisah Fiksi Ilmiah dengan Lagu-lagu MALIQ & D'Essentials

Mewakili MALIQ & D'Essentials, Angga Puradiredja mengaku terharu melihat lagu-lagu yang selama ini dikenal publik kini hadir dalam bentuk yang berbeda melalui medium teater musikal.

"Hari ini, lewat Musikal Senja Teduh Pelita, lagu-lagu kami menemukan rumah baru. Mereka tidak lagi hanya hadir untuk didengar, tapi juga untuk dilihat, dirasakan, dan dihidupkan dalam sebuah dunia yang baru. Mungkin memang begitulah seharusnya karya hidup. Ia tidak berhenti di bentuk pertamanya."

Sebuah karya musik sejatinya memiliki kesempatan untuk terus berkembang dan menemukan bentuk-bentuk baru seiring waktu. Melalui pertunjukan musikal ini, lagu-lagu MALIQ & D'Essentials tidak lagi berdiri sebagai karya yang dinikmati secara terpisah, melainkan menjadi bagian dari sebuah narasi yang utuh, memperkuat emosi sekaligus memperluas cara penonton memaknai setiap lagu.

Ia pun berharap pengalaman menyaksikan Musikal Senja Teduh Pelita dapat memberikan perspektif baru bagi para penonton terhadap lagu-lagu yang selama ini telah akrab di telinga mereka.

"Semoga pertunjukan ini menjadi ruang yang hangat untuk bertemu kembali dengan lagu-lagu yang mungkin sudah kita kenal, melalui pengalaman yang berbeda. Dan semoga, setelah pertunjukan ini selesai, lagu-lagu itu pulang bersama kalian dengan cara dan rasa yang baru."

Harapan tersebut mencerminkan keinginan MALIQ & D'Essentials agar karya-karya mereka terus hidup dan berkembang, tidak hanya melalui rekaman atau penampilan konser, tetapi juga lewat medium seni pertunjukan yang mampu menghadirkan dimensi emosional baru bagi para penikmatnya.

Dengan memadukan musik, teater, dan narasi yang kuat, Musikal Senja Teduh Pelita menjadi salah satu proyek kolaborasi yang memperlihatkan bagaimana lagu-lagu populer dapat diinterpretasikan kembali menjadi sebuah pengalaman artistik yang utuh. Bagi MALIQ & D'Essentials, pertunjukan ini bukan sekadar adaptasi karya, melainkan perjalanan baru yang memperpanjang kehidupan lagu-lagu mereka sekaligus mempererat hubungan dengan para pendengar. (Far)

Baca Artikel Asli