MerahPutih.com - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Kamis (25/6), gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 mdpl tercatat mengalami lima kali erupsi sejak pagi.
Letusan terakhir sekaligus terparah terjadi pada pukul 09.24 WIB, dengan semburan kolom abu setinggi 1,2 kilometer di atas puncak atau 4.876 mdpl. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan.
Baca juga:
Gunung Semeru Siaga, BPBD Lumajang Minta Warga Waspada Awan Panas
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 09.24 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1,2 km di atas puncak,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulis, Kamis (25/6).
Imbauan Waspada Awan Panas dan Aliran lahar
PVMBG merekomendasikan masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak, serta menghindari sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.
Masyarakat juga diimbau harus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru. Dilansir Antara Khusus Sungai Besuk Kobokan berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.
“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto
Rangkaian Erupsi Sejak Pagi
Catatan pos pengamatan menunjukkan erupsi pertama terjadi pukul 05.44 WIB dengan tinggi kolom abu 700 meter. Erupsi kedua pukul 06.36 WIB mencapai 900 meter, disusul erupsi ketiga pukul 06.51 WIB setinggi 600 meter.
Erupsi keempat terjadi pukul 07.32 WIB dengan semburan 700 meter, dan terakhir pukul 09.24 WIB dengan ketinggian 1,2 kilometer. Saat ini, Semeru berada pada Status Level III (Siaga). (*)