Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Selain Warga, Walhi Sebut Perusahaan Penyebab Karhutla Aceh

Noer Ardiansjah - Rabu, 02 Agustus 2017

MerahPutih.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyebutkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selalu terulang setiap tahun di Aceh.

"Kalau mulai terbakar itu sejak tahun 2007. Yang pernah sampai pengadilan ada beberapa kasus," kata Direktur Eksekutif Walhi Aceh Muhammad Nur di Banda Aceh, Selasa (1/8).

Menurut dia, karhutla terutama pada lahan gambut seperti di Kabupaten Aceh Barat terjadi pada tahun ini lebih dari 70 hektare dan tersebar di enam kecamatan.

Namun, kebakaran hutan dan lahan di Aceh tahun 2012 merupakan peristiwa terbesar dalam beberapa sepuluh tahun terakhir.

Tercatat hingga akhir tahun 2012 telah terjadi 745 kali karhutla. Jumlah itu setara dengan 65 persen dari keseluruhan terbakar hutan dan lahan di mulai 2007 hingga 2011 yang total 1.129 kejadian.

Karhutla Aceh setiap tahun cenderung meningkat terutama di lahan gambut akibat aktiitas pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit baik milik koperasi atau perusahaan.

"Siapa aktornya? Memang agak sulit kami sebutnya. Walau masyarakat buka lahan di sekitar lahan perkebunan. Perusahaan sendiri, juga buka lahan. Kami belum investigasi serius," kata dia.

Dalam catatan Walhi Aceh, seperti tahun 2007 terjadi 170 kasus karhutla, pada 2008 ada 489 kejadian, tahun 2009 sebanyak 433 kali, pada 2010 terdapat 24 kejadian dan 2011 ada 13 kali kejadian karhutla.

"Kami belum hitung dari 2012 hingga sekarang. Untuk pelaku karhutla, industri dianggap bersalah. Walau terakhir, kasusnya masih proses banding sampai hari ini," katanya.

"Tersangka dari warga atau (perpanjangan tangan) korporasi, itu belum ada kita temukan," tandasnya. (*)

Sumber: ANTARA

Baca Artikel Asli