Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

SBY Ingin Jokowi Sukses Laksanakan Tugasnya

Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Desember 2019

Merahputih.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato politik akhir tahunnya di Jakarta Convention Centre, Rabu (11/12).

SBY mengatakan, Demokrat berkomitmen mendukung pemerintah Joko Widodo agar sukses dalam menjalankan tugasnya meski berada di luar pemerintahan.

"Kami ingin pemerintah sukses dalam melaksanakan tugasnya," ujar SBY, Rabu (11/12).

Baca Juga:

Anggaran Pertahanan Masuk Kategori Rahasia Negara, Prabowo Enggan Buka-bukaan

Demokrat akan mengkritisi kebijakan yang dianggap keliru dengan harapan pemerintah melakukan koreksi dan perbaikan. Hal ini menurutnya merupakan tanggung jawab moral, sosial dan politik Partai Demokrat yang harus dijaga dan laksanakan.

SBY mengatakan ekonomi global dalam keadaan tidak baik. Banyak pihak yang meramalkan dunia akan mengalami resesi, dengan pertumbuhan ekonomi rendah.

"Kita harus sangat serius kurangi dampak buruk resesi ke ekonomi RI. sangat bahaya kalau kita lalai dan bersikap business as usual," kata SBY

Bila ekonomi sampai resesi hingga memburuk maka rakyat paling terkena dampak, terutama warga miskin dan kurang mampu. Namun, bila pemerintah bisa mencegah resesi bahkan sebaliknya ekonomi bisa meningkat maka taraf hidup rakyat akan naik.

"Pemerintah sudah berupaya termasuk menjaga pertumbuhan fundamental dan aspek-aspek makro. Berhasil sebagian belum, paling tidak masih banyak PR yang harus dilakukan," kata dia.

Presiden Jokowi dan SBY di Istana (Biro Pers Setpres)

Salah satu yang disoroti SBY adalah soal pekerjaan. SBY mengatakan banyak peralihan pekerjaan dari sektor formal ke sektor informal. Keadaan seperti ini, kata dia, kerap diikuti menurunnya penghasilan dan tentunya daya beli mereka.

"Itulah sebabnya Demokrat mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam meningkatkan biaya yang ditanggung oleh rakyat, seperti BPJS, tarif dasar listrik dan lain-lain. Perhatikan 'timing' kapan dinaikkan dan seberapa besar angka kenaikan yang tepat," kata SBY.

Secara moral dan sosial, kata SBY, tidaklah bijak membebani rakyat secara berlebihan ketika ekonomi sedang susah. SBY juga menyoroti soal pengangguran.

Baca Juga:

Rapat dengan Komisi I, Prabowo Tegaskan Pertahanan Indonesia Bermasalah

"Satu hal yang juga patut menjadi perhatian kita adalah siapa yang menganggur dewasa ini. Data menunjukkan bahwa prosentase dan angka lulusan SMK, SMA dan Perguruan Tinggi yang menganggur relatif tinggi," jelas SBY.

Keadaan seperti ini, kata SBY, tentu rawan secara sosial, politik dan keamanan. SBY lalu mengungkit fenomena Arab Spring.

"Kita belajar dari pengalaman Arab Spring di tahun 2011 dulu. Juga terjadinya gerakan protes sosial di 30 negara tahun ini. Penyebab utamanya antara lain adalah kesulitan ekonomi dan banyaknya pengangguran," kata SBY. (Knu)

Baca Artikel Asli