MerahPutih.com- Salah satu nelayan asal Indramayu yang menjadi korban konflik antara nelayan Papua dan nelayan non-Papua masih dirawat di salah satu rumah sakit di Papua. Demikian diungkapkan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Indramayu Dedi Aryanto.
Menurut Dedi, saat ini nelayan asal Indramayu yang telah kembali ke rumah mereka masing-masing berjumlah 23 orang.
"Akibat konflik beberapa hari dengan nelayan Papua, 23 nelayan asal Indramyu sudah pulang ke rumahnya masing-masing dan satu yang masih dirawat di Papua," kata Dedi, Jumat (18/8).
Dedi mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh pihak HNSI Indramayu, sebanyak 380 nelayan asal Pulau Jawa terlibat konflik dengan salah satu suku di Papua.
Dedi menyebutkan konflik itu dipicu rasa ketikpuasan nelayan setempat karena tangkapannya kalah jauh dengan nelayan dari luar.
"Konflik karena masalah cemburu hasil tangkapan," sebut Dedi.
Beruntung tidak ada korban jiwa akibat pertikaian ini. Sementara kapal milik para nelayan asal Pulau Jawa juga tidak ada yang rusak. (*)
Berita ini merupakan laporan dari Mauritz, kontributor merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Bakar Umbul-Umbul Merah Putih, Pengajar Pondok Pesantren Diamankan