MerahPutih.com - Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap banyak target di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di seluruh kawasan Timur Tengah.
Selain itu, pada hari pertama konflik, sebuah sekolah perempuan di Minab, Iran selatan, menjadi target serangan sedikitnya 171 siswi tewas. AS berdalih serangan untuk menyasar markat garda revolusi.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, Rusia dan China terus mendukung Iran secara politik di tengah operasi militer AS dan Israel di Timur Tengah.
Baca juga:
Pakistan dan UEA Disebut Dukung Indonesia Jadi Mediator Konflik AS-Israel vs Iran
"Mereka mendukung kami secara politik, dan dalam hal lainnya," kata Araghchi kepada NBC sebagai tanggapan atas pertanyaan terkait.
Ia menolak untuk membahas secara rinci kerja sama Iran dengan negara lain.
"Saya tidak akan memberikan rincian kerja sama kami dengan negara lain, tepat di tengah-tengah perang," kata Araghchi.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, pembunuhan Khamenei secara sinis melanggar semua norma moralitas manusia dan hukum internasional.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk serangan AS dan Israel, dan menyerukan kepada mereka untuk melakukan deeskalasi segera dan menghentikan permusuhan. (*)