Rusia dan China Diklaim Masih Dukung Iran, Kerja Sama Dirahasiakan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 06 Maret 2026
Rusia dan China Diklaim Masih Dukung Iran, Kerja Sama Dirahasiakan

Tim penyelamat dan warga lokal berupaya menyelamatkan korban luka dari reruntuhan di sebuah sekolah khusus perempuan yang diserang di Minah, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada 28 Februari 2026. (ANTARA/Xinhua/Mehr News Agency)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap banyak target di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di seluruh kawasan Timur Tengah.

Selain itu, pada hari pertama konflik, sebuah sekolah perempuan di Minab, Iran selatan, menjadi target serangan sedikitnya 171 siswi tewas. AS berdalih serangan untuk menyasar markat garda revolusi.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, Rusia dan China terus mendukung Iran secara politik di tengah operasi militer AS dan Israel di Timur Tengah.

Baca juga:

Pakistan dan UEA Disebut Dukung Indonesia Jadi Mediator Konflik AS-Israel vs Iran

"Mereka mendukung kami secara politik, dan dalam hal lainnya," kata Araghchi kepada NBC sebagai tanggapan atas pertanyaan terkait.

Ia menolak untuk membahas secara rinci kerja sama Iran dengan negara lain.

"Saya tidak akan memberikan rincian kerja sama kami dengan negara lain, tepat di tengah-tengah perang," kata Araghchi.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, pembunuhan Khamenei secara sinis melanggar semua norma moralitas manusia dan hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk serangan AS dan Israel, dan menyerukan kepada mereka untuk melakukan deeskalasi segera dan menghentikan permusuhan. (*)

#Iran #China #Rusia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Liaoning telah menggelar latihan militer selama lebih dari 40 hari di sejumlah wilayah, termasuk Pasifik Barat dan Laut China Selatan, pada awal tahun lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Indonesia
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
China disebut bersedia terus bersama Indonesia, mengikuti arahan strategis kepala negara kedua negara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Putin Tambah 15.500 Personel Militer Rusia, Zelensky Klaim Rencana Korut Kirim 10.000 Tentara
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekret yang menambah 15.500 personel ke dalam struktur resmi Angkatan Bersenjata Rusia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 29 September 2026
Putin Tambah 15.500 Personel Militer Rusia, Zelensky Klaim Rencana Korut Kirim 10.000 Tentara
Bagikan