Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Rupiah Terus Tertekan, BI Diharapkan Tahan Suku Bunga

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Desember 2024

MerahPutih.com - Tekanan terhadap rupiah terus munul seiring dengan kekhawatiran atas potensi kenaikan tarif terhadap barang impor ke Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Donald Trump.

Kondisi itu, mengakibatkan Indonesia mengalami arus modal keluar sekitar 750 juta dolar AS atau setara Rp 12,02 triliun (kurs 1 dolar AS=Rp 16.028) sejak pertengahan November.

Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky mengharapkan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga di angka enam persen pada bulan ini.

"Mengingat besarnya tekanan pada rupiah, kami memandang BI perlu menahan suku bunga acuannya di enam persen dalam rapat Dewan Gubernur bulan ini," ujarnya di Jakarta, Rabu.

Baca juga:

Target Inflasi AS 2% Tercapai, The Fed Pangkas Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin

Ia merinci, akibat tekanan pada rupiah arus modal keluar terdiri arus keluar sebesar USD 350 juta (Rp 5,6 triliun) dari aset obligasi pemerintah dan aksi jual bersih asing sekitar USD 400 juta (Rp 6,4 triliun) dari pasar modal domestik.

Selain itu, aksi jual bersih investor asing terhadap obligasi pemerintah Indonesia terjadi pada obligasi jangka pendek, seperti yang dicerminkan oleh kenaikan imbal hasilnya.

Imbal hasil obligasi dengan tenor 1 tahun melonjak dari 6,33 persen pada 19 November menjadi 6,74 persen pada 13 Desember, sementara imbal hasil obligasi dengan tenor 10 tahun hanya sedikit meningkat dari 6,93 persen menjadi 7,05 persen dalam periode yang sama.

"Kurva imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia yang menyempit mungkin juga menunjukkan kekhawatiran investor atas prospek ekonomi Indonesia di jangka pendek," ujarnya dikutip Antara.

Baca Artikel Asli