Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Rupiah Loyo pada Penutupan Perdagangan Senin (22/6), Mulut Pedas Donald Trump Guncang Pasar

Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Juni 2026

Merahputih.com - Perkembangan pasar keuangan global kembali menekan mata uang Garuda. Nilai tukar kurs rupiah pada penutupan perdagangan Senin (22/6) melemah sebesar 39 poin atau 0,22 persen.

Berdasarkan data penutupan perdagangan, mata uang Indonesia melorot ke posisi Rp17.843 per dolar AS, setelah sebelumnya bertengger pada level Rp17.804 per dolar AS.

Baca juga:

IHSG Hari Ini Memerah Pasrah, Investor Mendadak Kalem Tunggu MSCI Review

Mulut Pedas Donald Trump Guncang Pasar

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menunjuk hidung Presiden AS Donald Trump sebagai pemicu utama kejatuhan mata uang lokal. Pernyataan agresif Trump mengenai potensi aksi militer di Lebanon seketika membuat investor ketakutan dan memburu dolar AS.

“Sentimen pasar terguncang setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran tentang potensi aksi militer tambahan kecuali Iran mengambil langkah untuk mengendalikan kelompok Hizbullah beroperasi di Libanon. Komentar tersebut muncul ketika Wakil Presiden AS JD Vance membuka babak baru pembicaraan diplomatik dengan perwakilan Iran di Swiss,”

Ibrahim Assuaibi.

Dalam pertemuan di Swiss tersebut, Iran kabarnya mengantongi pengecualian ekspor minyak bumi dan petrokimia. Keputusan ini otomatis meredakan kecemasan pasar global terkait pasokan energi dunia sekaligus menekan harga minyak mentah.

Sejauh ini, pejabat tinggi AS dan Iran telah menyelesaikan putaran pertama perundingan sejak Minggu (21/6/2026). Pertemuan bilateral ini mengacu pada nota kesepahaman pekan lalu demi memperpanjang gencatan senjata rapuh per April, minimal untuk 60 hari ke depan.

Kementerian Luar Negeri Iran mengklaim adanya kemajuan positif, sementara mediator Qatar dan Pakistan mengonfirmasi tercapainya peta jalan kesepakatan lebih luas.

Fokus Investor Tertuju pada Data PDB Amerika Serikat

Selain faktor geopolitik Timur Tengah, pelaku pasar global kini memilih sikap waspada menanti rilis data ekonomi krusial dari negeri Paman Sam sepanjang pekan ini.

Baca juga:

Rupiah Ngamuk Senin Pagi, Tendang Balik Dolar AS Sampai Keok ke Level 17 Ribuan

“Perhatian pasar pada data ekonomi AS minggu ini, terutama pada perkiraan terakhir angka Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal pertama tahun 2026 dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE), ukuran inflasi pilihan The Fed akhir pekan ini untuk petunjuk baru tentang arah kebijakan moneter,” kata Ibrahim dikutip Antara.

Berbeda dengan pasar spot, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia justru mencatat pergerakan positif. Kurs referensi tersebut memperlihatkan mata uang tanah air menguat ke level Rp17.819 per dolar AS, sedikit bertenaga dibanding posisi sebelumnya Rp17.826 per dolar AS.

Baca Artikel Asli