Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

RSUD dr.Soewandhi Surabaya Pekerjakan Robot Tangani Pasien COVID-19

Andika Pratama - Kamis, 11 Juni 2020

MerahPutih.com - RSUD dr. Soewandhi Surabaya kini mempekerjakan robot sebagai tenaga layanan tambahan bagi pasien positif COVID-19.

Langkah ini ditempuh untuk mengurangi interaksi antara pasien dan tenaga medis. Sebab sudah bahyak tenaga medis yang menjadi korban dan terpapar COVID-19.

Baca Juga

Update COVID-19 Kamis (11/6): 35.295 Positif, 12.636 Sembuh

Robot tersebut diberi nama "Rose" (Robot Service) yang pembuatannya hanya memakan waktu 2 minggu. Robot ini hasil besutan mahasiswa dan dosen Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS).

Rektor ITTS, Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T mengatakan, robot ini dibekali pengendali jarak jauh dan alat komunikasi dua arah antara pasien dan tenaga medis.

"Rose juga mengusung motor yang mampu membawa beban hingga 150kg melalui rak-rak dan mobicool (lemari yang bisa disetting suhu panas dan dingin). Setidaknya, para Tenaga medis bisa menghemat tenaga, sebab robot ini bisa dikontrol dari jarak jauh menggunakan remote control," papar Arief saat dikonfirmasi MerahPutih.com, Kamis (11/6).

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Rektor ITTS, Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T beserta staf ITTS saat memamerkan performa robot Rose di RSUD dr. Soewandhi Surabaya. Foto: MP/Andika Eldon
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Rektor ITTS, Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T beserta staf ITTS saat memamerkan performa robot Rose di RSUD dr. Soewandhi Surabaya. Foto: MP/Andika Eldon

Ia menambahkan, dari fungsi dasarnya Rose bertugas mengantar makanan, komunikasi dengan pasien, agar tenaga medis tidak terpapar virus corona dari pasien.

"Hal ini akan meningkatan faktor safety khususnya untuk tenaga medis. Fokus kami adalah mencegah tenaga medis tertular. Jika tenaga medis tertular, maka pelayanan kesehatan akan terhambat," tandas Arief.

Saat ini, lanjutnya, Rose masih pada tahap pengembangan dengan penyempurnaan kinerjanya dari masukan dari RSUD dr. Soewandhi.

"Jika robot ini sudah memuaskan penggunanya, terutama tenaga medis, robot ini direncanakan bakal diproduksi masal sesuai kebutuhan Rumah Sakit," terangnya.

Di sisi pendanaan, robot Rose ini memakan biaya hingga mencapai Rp 75 juta. Untuk itu, pengembangan robot akan terus dilanjutkan sesuai kebutuhan paramedis di lapangan.

Baca Juga

KPU Nyatakan Tak Siap Jika Pilkada 2020 Pakai 'e-Voting'

"Kami terus berkomunikasi dengan pihak RSUD dr. Soewandhi, dinas kesehatan, dan Pemkot Surabaya sehingga robot yang kami kembangkan ini benar-benar menjawab kebutuhan," pungkas Arief. (*)

Berita ini merupakan laporan Andika Eldon, kontributor merahputih.com untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya

Baca Artikel Asli