[HOAKS atau FAKTA]: China Kirimkan Robot untuk Bantu Iran Perang Darat Lawan Israel dan Amerika Serikat

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA]: China Kirimkan Robot untuk Bantu Iran Perang Darat Lawan Israel dan Amerika Serikat

Foto : Dok Turn Back Hoaks (Mafindo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Konflik yang terjadi di Iran terus menjadi perhatian bagi netizen di media sosial. Kali ini, beredar informasi yang menyebut China membantu Iran untuk persiapan perang darat menghadapi Amerika Serikat dan Israel.

Sebuah unggahan lewat akun Facebook 'Eqiss Saputra' menyebut, China mengirimkan robot untuk membantu Iran jika terjadi perang darat.

NARASI:

“China sends robots to Iran to test ground warfare. China mengirim bantuan robot untuk menguji coba perang darat ke negara Iran.

#robothumanoid #china #tekhnologi #fight #war #mediasocial #facebook”.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: 3 Prajurit TNI Tewas, Prabowo Nyatakan Perang Terhadap Israel!

FAKTA:

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “China mengirim bantuan robot untuk menguji coba perang darat ke Iran” di kolom pencarian Google.

Hasilnya, tidak ditemukan pemberitaan yang membenarkan klaim. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan Antara, “China diduga mulai beralih dukung Iran dengan kirim bantuan komponen rudal”.

Berita yang tayang pada 7 Maret2026 itu membeberkan kemungkinan China yang mulai beralih mendukung Iran dengan memberikan bantuan finansial, suku cadang pengganti, dan komponen terkait rudal.

Namun, informasi tersebut masih bersifat indikasi intelijen dan belum didukung bukti konkret. Selain itu, tidak terdapat laporan kredibel yang menyebut adanya pengiriman bantuan robot untuk uji coba perang darat ke Iran.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Putuskan Berkoalisi dengan Iran, Nyatakan Perang Melawan Israel

Diketahui China secara aktif mengembangkan robot humanoid untuk peran non-tempur seperti manajemen perbatasan dan pengendalian massa.

Robot-robot ini sedang diuji di berbagai sektor yang mencerminkan investasi China dalam bidang robotika.

Diketahui, konteks asli foto adalah dokumentasi robot-robot humanoid Walker S2 milik UbTech yang berjajar di sebuah gudang di Shenzhen, China.

Robot-robot humanoid tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu tugas tugas perakitan otomotif dan elektronik.

Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan bukti dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “uji coba perang darat, China kirim bantuan robot ke Iran”.

KESIMPULAN:

Jadi, unggahan berisi klaim “uji coba perang darat, China kirim bantuan robot ke Iran” merupakan konten yang menyesatkan. (Knu)

##HOAKS/FAKTA #Perang Iran-Israel #China #Robot
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
pemerintah telah meningkatkan respons darurat gempa nasional dari Level IV menjadi Level III pada Jumat (23/10).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
Indonesia
Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, China Aktifkan Respons Darurat Level II
Peringatan oranye menandakan kemungkinan kerusakan signifikan dengan dampak yang dapat meluas. USGS memperkirakan kerugian ekonomi kurang dari satu persen produk domestik bruto (PDB) China.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, China Aktifkan Respons Darurat Level II
Kuliner
Starbucks China Terapkan Kebijakan Baru, Pesanan Dulu Baru Dapat Tempat Duduk
Starbucks China menyatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pengalaman di dalam toko bagi para pelanggan.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
 Starbucks China Terapkan Kebijakan Baru, Pesanan Dulu Baru Dapat Tempat Duduk
Dunia
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Arahan itu mewajibkan badan-badan di bawah cabang eksekutif sipil untuk segera menghapus perangkat lunak DeepSeek yang ada, perangkat terkait, serta aplikasi pihak ketiga yang dibangun di atas kerangka kerjanya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Dunia
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Liaoning telah menggelar latihan militer selama lebih dari 40 hari di sejumlah wilayah, termasuk Pasifik Barat dan Laut China Selatan, pada awal tahun lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta Kaesang Jadi Kepala BGN untuk Awasi Program MBG
Beredar unggahan yang menyebut Wapres Gibran meminta adiknya, Kaesang, untuk menjadi ketua BGN. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta Kaesang Jadi Kepala BGN untuk Awasi Program MBG
Indonesia
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
China disebut bersedia terus bersama Indonesia, mengikuti arahan strategis kepala negara kedua negara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Unpad dan Undip Jadi Kampus yang Ikut Program Pendidikan Gratis Prabowo
Kampus Unpad dan Undip disebut setuju dan siap jadi PTN pertama Program Pendidikan Gratis Prabowo. Cek Kebenaran Informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Unpad dan Undip Jadi Kampus yang Ikut Program Pendidikan Gratis Prabowo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Bekukan DPR karena Tunda Pengesahan RUU Perampasan Aset
Isi video terdapat cuplikan wawancara Mahfud MD yang membahas isi serta kelemahan RUU Perampasan Aset.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Bekukan DPR karena Tunda Pengesahan RUU Perampasan Aset
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : 18 Gubernur Berontak, Ancam Keluar NKRI
Setelah disimak, tidak benar ada 18 gubernur yang memberontak ingin keluar dari NKRI.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : 18 Gubernur Berontak, Ancam Keluar NKRI
Bagikan