Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Rizal Ramli Sebut Stafsus Jokowi Andi Taufan Tak Punya Etika

Angga Yudha Pratama - Selasa, 14 April 2020

MerahPutih.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengkritik Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo (Jokowi) Andi Taufan lantaran mengirim surat berkop Sekretariat Kabinet kepada camat di seluruh Indonesia agar mendukung relawan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menanggulangi COVID-19.

Dalam surat itu disebutkan ada kerja sama dengan PT Amartha yang akan berpartisipasi dalam menjalankan program relawan desa lawan COVID-19 di Sulawesi dan Sumatera. Andi Taufan sendiri diketahui sebagai pendiri dan CEO Amartha.

Baca Juga

Pakai Kop Setkab Buat Kerja Sama Perusahaannya, Stafsus Milenial Jokowi Minta Maaf

"Stafsus muda2 sudah abusive, tidak tahu malu ! Tidak punya etika, ndak ngerti bahwa” conflict of interest” itu tidak boleh. Payah abis.Belajar dari siapa ya ?," kata pria yang karib disapa RR ini dalam akun twitter @RamliRizal, Selasa, (14/4).

Dengan demikian, RR mempertanyakan, bahwa 7.094 Kecamatan di seluruh Indonesia harus bekerja sama dengan PT milik staf khusus Jokowi tersebut.

"Fwrd: 7.094 kecamatan seluruh Indonesia harus bekerja sama dg PT milik Staf Khusus @jokowi ?, " ujar RR sembari mengutip sebuah link pemberitaan media nasional.

Andi Taufan sudah meminta maaf terkait beredarnya surat berkop Sekretariat Kabinet tersebut. Stafsus Presiden Jokowi Bidang Ekonomi dan Keuangan ini pun kembali menarik surat yang menjadi polemik tersebut.

"Saya mohon maaf atas hal ini dan menarik kembali surat tersebut," kata Andi dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4).

Dalam surat itu, Andi menjelaskan bahwa PT Amartha Mikro Fintek terlibat dalam program Relawan Desa Lawan COVID-19 yang diinisiasi Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Baca Juga

Jokowi Diminta Tak Cuma Tegur Stafsus Milenial Andi Taufan

Andi Taufan adalah CEO PT Amartha yang bergerak di bidang pemberdayaan dan pembangunan UMKM melalui sistem Peer to Peer Landing.

Surat berisi program bertajuk Kerja Sama Sebagai Relawan Desa Lawan COVID-19 itu akan dijalankan untuk area Jawa, Sulawesi dan Sumatra. Kerja sama yang dimaksud mencakup perihal edukasi COVID-19 dan pendataan kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) Puskesmas. (Pon)

Baca Artikel Asli