MERAHPUTIH.COM - SEJUMLAH elemen masyarakat akan menggelar unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di depan Gedung MPR/DPR RI dan kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (4/5).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pusat konsentrasi massa aksi tersebar di beberapa titik, antara lain kawasan Monas, gedung MPR/DPR RI, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Polda Metro Jaya menyiapkan 3.545 personel gabungan untuk memberikan pengamanan dan pelayanan yang terdiri dari personel Polda Metro Jaya sebanyak 3.351 personel, jajaran Polres sebanyak 176 personel, serta Kayan dan Padal sebanyak 18 personel. Selain itu, pengamanan ini juga didukung Sabuk Kamtibmas sebanyak 250 personel.
“Mereka ditempatkan di sejumlah titik untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif," kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/5).
Baca juga:
Hari Pendidikan Nasional 2026, Mendiktisaintek: Pendidikan Tak Cukup Hafalan, Harus Jadi Inovasi
Budi Hermanto mengatakan pihaknya mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam melayani massa aksi. Personel juga disiapkan untuk melakukan pengaturan lalu lintas, penjagaan objek, imbauan, hingga antisipasi potensi gangguan kamtibmas. Polda menekankan kepada seluruh personel agar bertindak persuasif dan humanis. “Kehadiran Polri untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan aman, tanpa mengganggu ketertiban umum," lanjutnya.
Untuk memperlancar arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi, kepolisian membuat rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional melihat perkembangan situasi di lapangan.
"Kami mengimbau masyarakat pengguna jalan agar memperhatikan kondisi arus lalu lintas dan menyesuaikan perjalanan, khususnya di sekitar kawasan Monas, Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka, gedung MPR/DPR RI, Gatot Subroto, serta area sekitar Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek," jelasnya.
Masyarakat diimbau untuk menghindari lokasi aksi dan menggunakan jalur alternatif untuk mencegah terjadinya kemacetan. "Silakan ikuti arahan petugas. Rekayasa lalu lintas bersifat situasional, menyesuaikan dinamika di lapangan," katanya.
Kepolisian juga mengimbau massa aksi menyampaikan pendapat secara tertib dan damai. Dia meminta peserta aksi tidak membawa benda berbahaya dan tidak mudah terprovokasi. "Mari bersama-sama menjaga Jakarta tetap aman dan kondusif," katanya.
Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dilindungi undang-undang. Meski begitu, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat lainnya.
Aksi demonstrasi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 berlangsung di Jakarta dan beberapa wilayah lainnya. Massa menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan nasional yang dinilai masih memprihatinkan.(knu)
Baca juga: