MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengkaji usul Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) soal penaikan tarif Transjakarta dan Jabodetabek. DTKJ mengusulkan penaikan Rp 5.000 untuk layanan Transjakarta di dalam kota, Rp 10 ribu untuk Transjabodetabek, dan Rp 2.000 untuk Mikrotrans. Sebelumnya, Pemerintah DKI berniat menaikkan ongkos Transjakarta dan Transjabodetabek.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya bakal segera melakukan pembahasan untuk menentukan penyesuaian tarif Transjakarta, termasuk untuk layanan Transjabodetabek dan Mikrotrans.
"Laporan DTKJ sudah masuk kepada kami. Kami sedang mempelajari itu. Dalam minggu-minggu depan ini, kami segera menghitung kembali," kata Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (8/7).
Pramono mengungkapkan pihaknya tidak bisa serta-merta menaikkan tarif Transjakarta. Pasalnya, penaikan itu harus disesuaikan dengan anggaran subsidi untuk yang diberikan Pemprov DKI Jakarta. Oleh karena itu, pembahasan penaikan tarif Transjakarta juga mesti melibatkan DPRD Provinsi DKI Jakarta. Namun, pembahasan itu akan menjadi prioritas untuk dilakukan.
Baca juga:
DTKJ Usul Tarif Transjakarta Jadi Rp 5.000, TransJabodetabek Rp 10.000
"Sekarang ini dalam tahap pembahasan APBD dengan DPRD Provinsi DKI Jakarta, tetapi itu menjadi prioritas untuk segera diputuskan," ucapnya.
Ia memastikan penyesuaian tarif Transjakarta bakal tetap menyesuaikan kondisi masyarakat hari ini. Di lain sisi, Pemprov DKI Jakarta juga bakal terus membuka pendaftaran untuk 15 kelompok masyarakat yang digratiskan layanan transportasi umum di Jakarta.
"Hal yang jelas, saya dan Pak Wagub pasti mempertimbangkan untuk kebaikan masyarakat kita. Ada 15 golongan kan, kami terus tambah untuk kami gratiskan. Dengan begitu, siapa pun yang nanti akan mengalami penaikan pasti memang orang-orang yang mampu untuk itu," imbuhnya.
Menurut Pramono, penaikan tarif itu tidak akan berdampak kepada kelompok masyarakat menengah ke bawah. Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta bakal tetap menggratiskan 15 kelompok masyarakat.(Asp)
Baca juga:
Tarif TransJakarta Bakal Naik, Pemprov Janji Tetap Masih Ramah di Kantong