Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Rekor Tertinggi Selama Pandemi, Penambahan Kasus COVID-19 Capai 12.818

Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Januari 2021

Merahputih.com - Penambahan kasus harian COVID-19 mencetak rekor baru. Ya, 12.818 kasus positif COVID-19 tercatat dalam 24 jam terakhir sampai Jumat (15/1).

Dengan penambahan 12.818, maka akumulasi kasus COVID-19 di Indonesia menjadi 882.418 kasus. Sedangkan kasus sembuh bertambah 7.419 dengan total 718.696 dan kasus meninggal tambah 238 jadi 25.484 orang.

Baca Juga:

Mensos Risma Pastikan Jumlah Penerima Bansos COVID-19 Tidak Berubah

Jumlah tersebut didapatkan dari pemeriksaan spesimen sebanyak 72.957 dan jumlah orang yang diperiksa dalam 24 jam terakhir sebanyak 48.971.

Adapun jumlah suspect sebanyak 66.573 orang dan 510 kabupaten/kota dari 34 provinsi sudah terdampak COVID-19

Pemerintah sudah mulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sejak Rabu (13/1/2021). Di fase pertama, kelompok prioritas diberi vaksin Coroa buatan Sinovac.

Presiden Jokowi disuntik dosis pertama vaksin COVID-19 di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). (ANTARA FOTO/HO/Setpres-Agus Suparto/wpa/hp.)
Presiden Jokowi disuntik dosis pertama vaksin COVID-19 di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). (ANTARA FOTO/HO/Setpres-Agus Suparto/wpa/hp.)

Hasil efikasi sementara vaksin Sinovac di Indonesia berada di kisaran 65,4 persen. Meski demikian Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan vaksin COVID-19 menimbulkan kekebalan atau imunogenitas terhadap virus Corona hingga 23 kali lipat.

"Berdasarkan rata-rata hasil uji klinik di Bandung, itu naik sampai 23 kali. Sehingga bisa melindungi kita," kata Penny.

Penny menyebut standar minimal vaksin akan meningkatkan kekebalan terhadap virus 4 kali lipat. Jika dilihat dari uji klinis fase 3 di Bandung, relawan yang tak lagi punya imunogenitas 4 kali lipat hanya berkurang 0,4 persen.

Baca Juga:

Positif COVID-19, Wali Kota Bandung Oded Danial Bertugas Secara Daring

Ia mengatakan BPOM akan mengecek secara berkala tingkat kekebalan orang yang divaksinasi. Ada kemungkinan tingkat kekebalan itu turun selama waktu berjalan.

"Kita tunggu sampai nanti Maret 6 bulan (pascavaksinasi di Bandung), berapa persen. Kalau berdasarkan fase 1-2 di China masih 80 persen, jadi masih bagus, masih tinggi," pungkasnya. (Knu)

Baca Artikel Asli