Merahputih.com - Pengamat Politik Khoirul Umam menilai kepengurusan Partai Demokrat di bawah komando Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lebih memperhatikan profesionalisme dan memudahkan dalam konsolidasi dan pembagian tugas angkatan muda dengan angkatan tua Partai Demokrat.
"Secara sosiologis, komposisi kepengurusan baru PD saat ini tetap mempertahankan semangat politik akomodasi, dengan meracik semua komposisi senior, tua, muda, perempuan, lintas agama, identitas budaya, dan latar belakang geografis yang beragam. Sehingga tetap berwarna," kata Umam dalam keterangannya, Senin (20/4).
Baca Juga
AHY Tunjuk Teuku Riefky Harsya Jadi Sekjen Baru Partai Demokrat
Ia menambahkan, upaya perampingan itu tampaknya dilakukan juga untuk memudahkan pembagian tugas pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing pengurus agar mesin politik mampu berjalan lebih efektif, kreatif dan inovatif.
Lalu apabila dilihat dari aspek kompetensi, kata Umam, kepengurusan PD pimpinan AHY juga seperti mewadahi para pengurus yang memiliki berbagai latar belakang profesi yang beragam.
Mulai dari politisi murni, peneliti, aktivis, penggerak organisasi keagamaan, artis, olahragawan, mantan militer, hingga pengusaha dari berbagai sektor industri. Sehingga kapasitas, kapabilitas, jaringan dan profesionalitas mereka juga menunjukkan warna yang lebih beragam.
Baca Juga
TKI Hingga ABK Tak Kembali, Demokrat: Entah Berapa Lama Mereka Bisa Bertahan
Sementara dari aspek latar belakang pendidikan, kepengurusan PD kali ini memberikan ruang lebih bagi kalangan pendidikan tinggi. Sekitar 10 persen bergelar Doktor, 60 persen bergelar Magister, dan 30 persen bergelar Sarjana lintas bidang studi.
"Dalam pertarungan politik, gelar dan strata pendidikan memang tidak berarti apa-apa. Tetapi mereka yang berlatar belakang pendidikan tinggi itu dinilai akan memiliki kecakapan lebih untuk berpikir kritis, kreatif dan memberi solusi menghadapi berbagai tantangan pembangunan bangsa," tutup Umam. (Pon)