GURITA, kepiting, dan lobster mampu mengalami rasa sakit atau penderitaan, mereka punya sensibilitas. Demikian menurut tinjauan yang dilakukan oleh pemerintah Inggris yang telah menambahkan makhluk-makhluk itu ke daftar makhluk hidup yang akan diberi perlindungan di bawah undang-undang kesejahteraan hewan atau animal welfare yang baru.
Laporan oleh para ahli di London School of Economics melihat 300 studi ilmiah untuk mengevaluasi bukti perasaan, dan mereka menyimpulkan bahwa cumi (seperti gurita, cumi-cumi dan sotong) dan dekapoda (seperti kepiting, lobster dan udang karang) harus diperlakukan sebagai makhluk hidup dengan sensibilitas.
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Konsumsi Pisang dan Susu Usai Makan Kepiting Picu Keracunan
Vertebrata, hewan dengan tulang punggung, sudah diklasifikasikan sebagai makhluk hidup dalam Undang-undang Animal Welfare baru yang saat ini sedang diperdebatkan di Inggris.
"RUU Animal Welfare memberikan jaminan penting bahwa kesejahteraan hewan dipertimbangkan dengan tepat ketika mengembangkan undang-undang baru. Ilmu pengetahuan sekarang jelas bahwa dekapoda dan cumi dapat merasakan sakit dan oleh karena itu wajar jika mereka dilindungi oleh undang-undang penting ini," kata Menteri Kesejahteraan Hewan Lord Zac Goldsmith dalam sebuah pernyataan seperti diberitakan CNN (21/11).
RUU tersebut, yang belum menjadi undang-undang, akan membentuk Animal Sentience Committee, yang akan mengeluarkan laporan tentang seberapa baik keputusan pemerintah mempertimbangkan kesejahteraan hewan hidup. Ini adalah bagian dari Action Plan pemerintah yang lebih luas untuk Animal Welfare.
Laporan itu mengatakan lobster dan kepiting tidak boleh direbus hidup-hidup dan termasuk praktik terbaik untuk pengangkutan, pemingsanan dan penyembelihan dekapoda dan cumi.
Baca Juga:
Manfaat Konsumsi Olahan Kepiting, Nutrisi Baik untuk Ibu Hamil
Cephalopoda dan Decapoda
Laporan tersebut menggunakan delapan cara yang berbeda untuk mengukur perasaan termasuk kemampuan belajar, kepemilikan reseptor rasa sakit, hubungan antara reseptor rasa sakit dan daerah otak tertentu, respon terhadap anestesi atau analgesik, dan perilaku termasuk menyeimbangkan ancaman terhadap kesempatan untuk penghargaan dan perlindungan terhadap cedera atau ancaman.
Kumudian ditemukan adanya perasaan yang "sangat kuat" pada gurita dan bukti "kuat" pada sebagian besar kepiting. Untuk hewan lain dalam dua kelompok ini, seperti cumi-cumi, sotong dan lobster, mereka menemukan bukti yang substansial tetapi tidak kuat.
Namun, laporan itu mengatakan berbagai tingkat bukti ini mencerminkan perbedaan dalam jumlah perhatian yang diterima berbagai hewan dari para ilmuwan.
"Perhatian ilmiah telah condong ke beberapa (hewan) daripada yang lain karena alasan kenyamanan praktis (misalnya hewan mana yang dapat dipelihara dengan baik di laboratorium) dan geografi (misalnya spesies mana yang tersedia di tempat laboratorium berada). Karena situasi ini, kami berpikir tidak tepat untuk membatasi perlindungan pada ordo cephalopoda tertentu, atau infraordo decapoda tertentu," demikian laporan itu menyebutkan.
Film dokumenter Netflix baru-baru ini My Octopus Teacher (2020) memamerkan kemampuan unik gurita. Struktur otak gurita sangat berbeda dengan manusia, tetapi memiliki beberapa fungsi yang sama dengan otak mamalia, seperti kemampuan belajar, termasuk mampu memecahkan masalah, dan mungkin juga kemampuan untuk bermimpi. (aru)
Baca Juga: