PT KAI Alihkan Rute Kereta Api ke Jalur Selatan Buntut Banjir di Pekalongan, Lokomotif Khusus BB 304 Dikerahkan
Sabtu, 17 Januari 2026 -
Merahputih.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Jawa Tengah sejak Sabtu (17/1) dini hari mengakibatkan jalur rel di Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, Kabupaten Pekalongan, terendam banjir.
Kondisi ini memaksa PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan pola operasi memutar demi menjamin keselamatan perjalanan.
Baca juga:
Hari Pertama Libur Panjang Isra Mikraj, Tingkat Okupansi Kereta Api Tembus 112,5%
Jalur Pantura Terputus, Kereta 'Muter' Lewat Solo
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengonfirmasi bahwa genangan air telah mencapai ketinggian 10 sentimeter di atas kepala rel.
Akibatnya, sejumlah rangkaian kereta api (KA) yang seharusnya melintasi jalur Pantura terpaksa dialihkan melalui rute selatan.
"Kami mengalihkan perjalanan KA dari arah barat melalui rute Tegal - Prupuk - Kroya - Solobalapan - Gundih - Gambringan, hingga masuk kembali ke Semarang Tawang," ujar Luqman di Semarang, Sabtu (17/1).
Beberapa kereta api kelas unggulan yang terdampak dan harus memutar rute antara lain KA Argo Anjasmoro, KA Harina, dan KA Kamandaka.
Baca juga:
Pembatalan Perjalanan dan Lokomotif Khusus
Tak hanya pengalihan rute, bencana alam ini juga berdampak pada pembatalan jadwal keberangkatan. PT KAI terpaksa membatalkan perjalanan KA Kaligung dan KA Merbabu dari Stasiun Semarang karena kondisi jalur yang tidak memungkinkan untuk dilintasi secara normal.
Sebagai langkah darurat untuk menjaga kelancaran arus logistik dan penumpang, PT KAI menyiagakan lokomotif khusus jenis BB 304. Lokomotif ini dirancang memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap genangan air dibandingkan jenis lainnya.
"Kami siapkan lokomotif BB 304 untuk menarik rangkaian KA dari arah timur menuju barat saat melintasi titik rel yang tergenang," tambah Luqman.