MerahPutih.com - Realisasi dari Peraturan Menteri ESDM No. 14 Tahun 2025 yang mengatur kerja sama pengelolaan bagian wilayah kerja untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas), khususnya melalui reaktivasi sumur tua dan pengolahan sumur masyarakat secara legal mulai signifikan mendorong produktivitas.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat rata-rata produksi dari sumur rakyat yang telah diberi izin sekitar 400 barrel per hari.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan, masing-masing daerah memiliki jumlah produksi yang berbeda-beda. I
Ia mencatat peringkat tertinggi berasal dari sumur rakyat di Jambi, dengan produksi puncak mencapai sekitar 2.700 barel minyak.
Beda-beda (produksinya) per hari. Setiap pengiriman itu sekitar 200 barel. Rata-rata (Jambi), ya,
ucap Djoko.
Djoko menegaskan, rata-rata produksi sumur rakyat akan meningkat, sebab saat ini masih berlangsung uji coba di sejumlah sumur rakyat, seperti pemeriksaan kadar air.
“(Produksinya) akan terus meningkat. Kan uji coba dulu, dites dulu kadar airnya gimana. Gitu,” kata Djoko.
Djoko mengungkapkan bahwa produksi sumur rakyat yang diserap oleh MedcoEnergi dibatasi di level 500 barel per hari.
“Medco tuh kan ada. Itu saat ini dibatasi, baru 500 barel per hari. Karena fasilitasnya sedang disiapkan,” kata Djoko.
Ketika memberi sambutan dalam IPA Convex, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan Peraturan Menteri ESDM No. 14 Tahun 2025 bertujuan untuk menghadirkan pemerataan di sektor hulu migas.
Pemerintah tidak hanya memikirkan perusahaan besar, kata Bahlil. Pemerintah meminta kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang telah ditunjuk oleh pemerintah untuk menerima hasil minyak yang diproduksi oleh kelompok koperasi maupun UMKM yang mengelola sumur rakyat.
Masyarakat juga sekarang sudah bisa mengambil hasil bumi, minyak, dengan baik. Tolong, yang sudah dikasih tunjuk itu tolong diambil minyaknya. Cepat,
ujar Bahlil.
Ia juga meminta kepada Pertamina untuk mempercepat penyerapan produksi minyak dari sumur rakyat. Bahlil ingin Pertamina segera berkontribusi terhadap program pemerintah.
Tolong dipercepat, Pertamina. Jangan kalian pikir bahwa UMKM, terus bisa buat lambat-lambat. Saya sampaikan equal treatment. Bagi negara, berpihak kepada BUMN itu penting, tapi jauh lebih penting kepentingan negara,
kata Bahlil.
Hasil minyak dari sumur rakyat ini dibeli oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), seperti Pertamina dan MedcoEnergi, dengan harga 80 persen dari harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP). (*)