Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Kuliner Dunia

Produk Sawi Putihnya Dikabarkan Diawetkan dengan Formaldehida, China Gerak Cepat Gelar Penyelidikan

Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026

MERAHPUTIH.COM — OTORITAS China meluncurkan penyelidikan setelah muncul laporan mengenai penggunaan formaldehida untuk menjaga kesegaran sawi putih yang akan dikonsumsi manusia.

Pejabat di Provinsi Hebei, China bagian timur laut, mengonfirmasi bahwa mereka telah memverifikasi rekaman video yang memperlihatkan sejumlah orang mencelupkan sawi putih ke dalam larutan sebelum memasukkannya ke truk untuk diangkut. Rekaman tersebut pertama kali dirilis seorang blogger lingkungan pekan lalu.

Formaldehida digunakan untuk menjaga kesegaran makanan dilarang keras di China. Meski begitu, bahan kimia tidak berwarna itu kerap dimanfaatkan untuk mengawetkan spesimen biologis meski telah diketahui dapat menyebabkan kanker.

Baca juga:

BPOM Temukan Makanan di Tangerang Pakai Formalin, Ciri Utama Tidak Dihinggapi Lalat


Pemerintah Gercep Pulihkan Kepercayaan Pasar





China merupakan produsen sawi putih terbesar di dunia. Sebagian besar produksinya diekspor ke negara-negara tetangga di Asia. Menurut media pemerintah, polisi telah mengambil tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat. Otoritas China kini bergerak cepat untuk mencegah kepanikan dan memulihkan kepercayaan masyarakat dengan melakukan pemeriksaan mendadak di pasar-pasar di berbagai wilayah.

Media pemerintah China melaporkan bahwa penyelidik juga akan menentukan seberapa luas praktik tersebut terjadi serta mengambil langkah untuk melacak sayuran yang terdampak.

Otoritas setempat di Kabupaten Kangbao, dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu, mengatakan etiap praktik ilegal atau tidak sesuai dengan ketentuan yang ditemukan akan ditindak tegas sesuai dengan hukum untuk memastikan keamanan pasokan sayuran.

Baca juga:

Kementan Klarifikasi soal Buah Jalanan Berformalin




Pasar Dalam Negeri Pastikan Kubis Terkontaminasi tidak Masuk




Pasar Xinfadi di Beijing, salah satu sumber utama pasokan produk segar di ibu kota China, mengeluarkan pernyataan bahwa mereka telah menyelidiki asal-usul sawi putih yang dijual di pasar tersebut. Pihak pasar memastikan tidak ada sawi putih yang terdampak kasus tersebut yang masuk ke pasar mereka.

Namun, kasus ini telah memicu perhatian luas media di China. Dalam sebuah editorial, People's Daily menulis bahwa para pedagang grosir hanya berfokus pada kepentingan ekonomi jangka pendek dan sama sekali mengabaikan keselamatan serta kesehatan konsumen.

“Mereka telah melewati garis merah hukum dan melanggar batas moral,” ujar mereka dalam editorial tersebut.


Produksi Lebih dari 30 Juta Ton Sawi Putih per Tahun


China memproduksi lebih dari 30 juta ton sawi putih setiap tahun, atau hampir setengah dari total produksi sawi puith dunia.

Vietnam, Korea Selatan, dan Rusia termasuk negara tujuan ekspor terbesar komoditas tersebut.

Menurut American Cancer Society, paparan formaldehida dalam jumlah relatif tinggi di sejumlah lingkungan kerja telah dikaitkan dengan beberapa jenis kanker pada manusia.

Namun, dampak paparan formaldehida dalam jumlah kecil terhadap kesehatan masih belum sepenuhnya jelas.(dwi)

Baca juga:

Hasil Pengujian YLKI Buah Adanya Kandungan Formalin

Baca Artikel Asli