MerahPutih.com – Timnas Kanada akan menghadapi ujian berat saat melawan Bosnia Herzegovina pada laga pertama Grup B Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium, Sabtu (13/6) dini hari.
Pertandingan pembukaan ini bukan sekadar debut tuan rumah, melainkan juga pertaruhan untuk meraih poin perdana dalam sejarah Piala Dunia timnas Kanada.
Baca juga:
Kanada Seharusnya Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026 Menurut Pelatih Timnas Indonesia John Herdman
Namun, Para Naga dari Balkan julukan Timnas Bosnia datang dengan reputasi sebagai tim Balkan yang keras, fisikal, dan klinis. Mereka lolos ke Piala Dunia lewat jalur playoff dengan menyingkirkan Wales dan secara mengejutkan mengalahkan Italia.
Rekor Buruk Kanada di Piala Dunia
Kanada kini bernafsu mendapatkan poin pertama dalam Piala Dunia setelah pada edisi 1986 dan 2022 selalu kalah di tangan lawan-lawannya. Bahkan pada Piala Dunia 1986 mereka tak bisa mencetak satu gol pun.
Jika itu terwujud, Kanada bisa mengikuti jejak Meksiko sebagai tuan rumah kedua dalam Piala Dunia 2026 yang memenangkan pertandingan pertamanya. Sayangnya Bosnia memiliki segala kemungkinan untuk membuyarkan impian Kanada itu.
Serangan balik mereka yang ampuh dan terbukti jelas selama kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, bisa membuat Kanada tetap dalam buaian mimpi yang tak kunjung bisa mereka wujudkan.
Baca juga:
Kalah dari Bosnia, Gianluigi Donnarumma Akui Hancur Gagal Bawa Italia ke Piala Dunia 2026
Filosofi Permainan: Balkan vs Modern Kanada
Pola 4-2-3-1 Bosnia yang acap dirangkul Sergej Barbarez yang mengandalkan dua pelapis pertahanan dan seorang gelandang serang sebagai playmaker di lini tengah, bisa menjadi batu sandungan untuk sistem dua gelandang bertahan dan dua gelandang serang dalam formasi 4-4-2 yang sering dianut Kanada.
Dengan kombinasi veteran seperti Edin Dzeko dan Sead Kolasinac, serta darah muda seperti Esmir Bajraktarevic dan Amar Dedic, Bosnia tampil sebagai tim yang sulit ditaklukkan.
Di sisi lain, Kanada di bawah Jesse Marsch mengusung filosofi sepak bola modern: intensitas tinggi, pressing agresif, dan dominasi ruang. Meski begitu, absennya Alphonso Davies karena cedera bisa menjadi kerugian besar.
Marsch menegaskan Kanada telah bertarung sebagai tim yang kompak yang tak tergantung pada satu pemain, sehingga sulit dikalahkan lawan. Dilansir Antara, buktinya bisa dilihat dari enam pertandingan terakhir mereka melawan Venezuela, Guatemala, Islandia, Tunisia, Uzbeksitan, dan Irlandia.
“Kami bermain sebagai tim yang kompak, tidak bergantung pada satu pemain,” Pelatih Kanada Jesse Marsch
Catatan Seimbang, Laga Diprediksi Ketat
Kanada tak terkalahkan dalam enam laga terakhir melawan Venezuela, Guatemala, Islandia, Tunisia, Uzbekistan, dan Irlandia. Namun Bosnia juga punya catatan impresif dengan kemenangan atas Rumania, Wales, dan Italia.
Dengan profil seimbang, laga ini diprediksi lebih ketat dibanding pertandingan pembuka Piala Dunia antara Meksiko dan Afrika Selatan.
Baca juga:
Tiga poin akan menjadi modal penting bagi kedua tim, mengingat mereka masih harus menghadapi Swiss yang difavoritkan juara grup, serta Qatar yang relatif lebih lemah. (*)