Presiden Prabowo Paparkan Konsep 'Prabowonomics' di Davos Swiss Hari ini, Buka Strategi Capai Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 8 Persen
Kamis, 22 Januari 2026 -
MERAHPUTIH.COM - PRESIDEN RI Prabowo Subianto akan menjadi salah satu pembicara dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1). Presiden RI dijadwalkan akan memberikan pidato khusus (special address) sekitar pukul 14.00-14.30 waktu setempat (CET). Forum internasional yang digelar di Davos nanti akan dihadiri 65 kepala negara dan pemerintahan, serta dihadiri lebih dari 1.000 CEO perusahaan di dunia.
Indonesia memanfaatkan WEF Davos sebagai platform strategis untuk menegaskan posisinya sebagai mitra dialog yang kredibel dan kompetitif. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkap Prabowo akan membahas berbagai konsep ekonomi yang sudah pemerintah capai dalam satu tahun ini.
"Dan itu beliau sebut dengan Prabowonomics," ujar Teddy di London, Inggris, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowonomics adalah istilah yang merujuk pada visi, strategi, dan kebijakan ekonomi yang diusung Presiden Prabowo Subianto untuk pemerintahan periode 2024-2029. Konsep ini berfokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional, kemandirian, dan kesejahteraan rakyat melalui pendekatan yang berdaulat secara ekonomi. Secara garis besar, Prabowonomics bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai target ambisius, yaitu hingga 8 persen.
Baca juga:
Presiden Prabowo Bakal Pidato Khusus di World Economic Forum
Menurut Teddy, konsep ekonomi yang akan dipaparkan Prabowo dalam WEF nanti merupakan konsep yang selama ini sudah dijalankan Prabowo. Selain menjadi pembicara, Presiden Prabowo juga akan melakukan kegiatan lain. Namun, hal ini masih menunggu konfirmasi saat tiba di Davos.
World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 merupakan penyelenggaraan ke-56 dari forum ekonomi global tahunan yang mempertemukan para pemimpin dunia dari sektor pemerintahan, bisnis, akademisi, dan masyarakat sipil. World Economic Forum 2026 mengusung tema A Spirit of Dialogue.
Tema ini dipilih sebagai respons atas peningkatan fragmentasi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, sekaligus menekankan urgensi dialog terbuka dan kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi dunia yang stabil dan inklusif.(knu)
Baca juga: