Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Presiden AS Donald Trump Hentikan Operasi Hormuz, Dorong Kesepakatan dengan Iran

Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026

MERAHPUTIH.COM — PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menghentikan operasi militer AS untuk mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz, Selasa (5/5). Penghentian sementara itu dilakukan setelah operasi hanya berlangsung satu hari. Ini merupakan upaya Trump mencapai kesepakatan dengan Iran guna mengakhiri perang di Timur Tengah.

Operasi yang disebut Project Freedom oleh Trump itu dimulai Senin (4/5). Operasi itu bertujuan membantu kapal keluar dari Selat Hormuz, jalur sempit menuju Teluk yang dikuasai Iran sebagai respons atas serangan terhadapnya.

Namun, pemimpin AS itu mengatakan di Truth Social bahwa ia kini menjedanya setelah adanya permintaan dari mediator Pakistan dan negara lain. Ia menyebut kemajuan besar telah dicapai menuju kesepakatan yang lengkap dan final dengan Teheran.

“Kami telah sepakat bersama bahwa, meski blokade tetap diberlakukan sepenuhnya, Project Freedom akan dijeda untuk jangka waktu singkat guna melihat apakah kesepakatan dapat diselesaikan dan ditandatangani,” kata Trump, dikutip BBC.

Baca juga:

Eskalasi Kian Panas, Iran Umumkan Aturan Baru di Selat Hormuz



Washington tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai upaya menekan Teheran agar mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Ketegangan meningkat terkait dengan operasi di Selat Hormuz. Amerika Serikat menyatakan telah menenggelamkan tujuh kapal Iran, sedangkan beberapa kapal sipil dilaporkan diserang, diduga oleh Iran.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya pada Selasa mengatakan Amerika Serikat telah menyelesaikan operasi ofensifnya terhadap Iran, yang disebut Operation Epic Fury. Pernyataan Rubio menggemakan penjelasan kepada Kongres hampir sebulan setelah gencatan senjata yang rapuh.

“Operasi itu sudah selesai, Epic Fury, sebagaimana Presiden telah memberi tahu Kongres. Tahap itu sudah kami selesaikan,” kata Rubio kepada wartawan di Gedung Putih.

Ia menambahkan bentrokan di Selat Hormuz bukan bagian dari perang awal. “Ini bukan operasi ofensif. Ini operasi defensif. Artinya sangat sederhana, tidak ada penembakan kecuali kami ditembak terlebih dahulu,” kata Rubio.

Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran pada 28 Februari, menewaskan para pemimpin penting serta menghancurkan fasilitas militer dan ekonomi utama, tapi tidak menyebabkan keruntuhan republik Islam tersebut, yang kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone di seluruh kawasan.

Trump, pada 8 April, menyatakan gencatan senjata dengan Iran yang sejak itu diperpanjang, meskipun negosiasi dengan Teheran masih mengalami kebuntuan. Rubio mengatakan Amerika Serikat telah mencapai tujuan dari perang tersebut.

“Mereka menghadapi kehancuran ekonomi yang nyata dan bersifat katastrofik,” katanya, seraya menambahkan bahwa Trump tetap lebih memilih kesepakatan melalui negosiasi dengan Iran.(dwi)

Baca juga:

Respon Iran Saat Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Blokade Selat Hormuz

Baca Artikel Asli