Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Prancis, Kanada, Inggris dan AS Siap Bantu Cari AirAsia QZ 8501

Noer Ardiansjah - Senin, 29 Desember 2014

MerahPutih Nasional- Meski sudah mendapat bantuan dari tiga negara sahabat, pemerintah tidak menutup ruang bantuan bagi negara-negara lainnya untuk ikut melakukan pencarian terhadap pesawat AirAsia QZ 8501 itu.

Menteri Luar Negeri RI, Retno Lestari Priansari mengatakan, ada beberapa negara lain yang bersedia untuk terjun dalam pencarian atas peristiwa naas yang menimpa pesawat berpenumpang 155 orang lebih itu. Menteri Retno mengatakan bahwa pihaknya belum memberikan izin kepada empat negara yang akan ikut membantu pencarian pesawat itu.

"Sementara itu, (Indonesia) membahas ke negara lain misalnya dengan UK (Inggris) dan Perancis pada hari ini. Tadi kita membahas hal hal kemungkinan yang bisa jadi tambahan yang diperlukan untuk kita lakukan operasi pencarian," jelas Menlu Retno di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/12).

Selain Perancis dan Inggris, Menlu Retno juga mengaku menerima tawaran bantuan dari beberapa negara lain. Terutama negara yang warga negaranya menjadi penumpang AirAsia QZ8501. Bahkan, Menlu juga mendapat laporan dari Duta Besar RI yang berkedudukan di Amerika Serikat. Mereka melaporkan, bahwa AS menyatakan siap membantu Indonesia bila dibutuhkan.

"Dan tadi pagi, saya terima komunikasi Dubes kita di Ottawa (Kanada). Mereka (Kanada) akan siap mempersiapkan bantuannya untuk kerjasama pencarian," jelas dia lebih lanjut.

Lebih lanjut, Menlu Retno menyatakan bahwa pihaknya (Kementerian Luar Negeri RI) hanya berfungsi untuk membuka jalan. Untuk teknis bantuan yang dibutuhkan seperti apa, Kemenlu menyerahkannya ke Basarnas yang memegang komando tertinggi tim pencarian. "Basarnas yang atur," tegas Retno (Hur) 

Baca Artikel Asli