MerahPutih.com - Masyarakat mengeluhkan antrean panjang layanan Transjabodetabek, khususnya rute Depok yang bisa mencapai 30 menit hingga satu jam.
Menyikapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, penambahan fasilitas transjabodetabek di wilayah penyangga seharusnya tidak sepenuhnya dibebankan kepada Pemerintah DKI
Pramono menegaskan, Pemprov DKI sudah secara maksimal meluncurkan Transjabodetabek. Dengan begitu, ia memohon kepada wilayah tetangga jangan terus-terus mengandalkan Jakarta.
"Transjabodetabek ini kan kita buka ke mana-mana. Dari Blok M ke Alam Sutera, ke PIK, ke Bogor, kemudian ke Ancol, ke Soetta. Ada juga yang minta sampai ke Singapura," kata Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, pada Rabu (11/2).
Baca juga:
Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Siap Mengaspal, Penumpang Boleh Bawa Koper Besar
Sedangkan khusus wilayah Depok, ia mengingatkan bahwa daerah tersebut berada di luar administrasi DKI Jakarta.
"Yang di Depok itu karena Depok kan bukan Provinsi DKI Jakarta, harusnya haltenya jangan kemudian semuanya Jakarta yang menyiapkan," tegasnya.
Ia berharap, pemerintah daerah setempat turut mengambil peran, termasuk dalam penyediaan halte dan fasilitas pendukung lainnya guna mengurai antrean penumpang.
"Saya ikut berharap dan mendoakan mudah-mudahan untuk yang seperti itu termasuk haltenya tentunya dibangun oleh pemerintah daerah setempat," ucapnya. (Asp)
Baca juga:
Transjabodetabek B51 Cawang–Cikarang Resmi Beroperasi, Tarifnya Mulai Rp 2.000