Merahputih.com - Memasuki akhir Juli 2026, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia umumnya didominasi cuaca cerah berawan hingga hujan berskala ringan.
Meski begitu, dinamika atmosfer menunjukkan potensi curah hujan intensitas sedang yang merata di beberapa provinsi.
Baca juga:
Pemetaan Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstrem
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode 28–30 Juli 2026, warga di wilayah-wilayah ini perlu meningkatkan kewaspadaan:
1. Wilayah Waspada Hujan Sedang
Potensi peningkatan curah hujan intensitas sedang diprediksi terjadi di:
-
Sumatera: Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kep. Riau, Sumsel, dan Kep. Bangka Belitung.
-
Jawa & Bali: Jawa Timur dan Bali.
-
Kalimantan: Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kaltara, dan Kalsel.
-
Sulawesi & Maluku: Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Maluku.
-
Papua: Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua (induk), dan Papua Selatan.

2. Status Siaga (Hujan Lebat hingga Sangat Lebat)
-
Sulawesi Selatan: Memasuki tingkatan siaga cuaca ekstrem yang berpotensi memicu genangan hingga banjir lokal.
3. Wilayah Berpotensi Angin Kencang
Hembusan angin kencang diprakirakan menerjang wilayah pesisir dan daratan di:
-
Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT).
-
Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.
-
Maluku Utara, Maluku, serta Papua Selatan.
Panduan Mengadapi Puncak Musim Kemarau
Baca juga:
Seiring menguatnya pola musim kemarau di berbagai daerah, cuaca panas terik dan kelembapan udara yang rendah kian terasa. Untuk itu, BMKG membagikan beberapa imbauan penting untuk masyarakat dan pemerintah daerah (Pemda):
-
Proteksi Diri dari Terik Matahari: Gunakan sunscreen atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Pastikan asupan cairan tubuh terpenuhi agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan (heat exhaustion).
-
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla): Risiko kemunculan titik panas (hotspot) meningkat pesat. Hindari kebiasaan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di area rawan seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan kering. Laporkan segera kepada pihak berwenang jika melihat indikasi titik api.
-
Waspadai Potensi Cuaca Buruk Lokal: Meski kemarau mendominasi, hujan mendadak yang disertai kilat/petir dan angin kencang masih bisa terjadi secara lokal. Hindari berteduh di bawah pohon rindang, baliho, atau struktur bangunan yang rapuh guna menghindari risiko dahan tumbang maupun sambaran petir.