MERAHPUTIH.COM — CUACA pada Senin (14/9) masih menunjukkan pola yang kontras.
Di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah, hujan dengan intensitas sedang hingga deras tetap berpeluang terjadi secara lokal.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat potensi hujan masih terdapat di sejumlah wilayah Indonesia.
Beberapa daerah bahkan perlu mewaspadai angin kencang yang dapat muncul bersamaan dengan perubahan cuaca.
Untuk potensi hujan sedang hingga deras, BMKG menyebut Aceh, Sumatra Utara, dan Kepulauan Riau sebagai wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
Sementara itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatra Selatan, serta Papua Barat Daya.
Baca juga:
Info Cuaca Ekstrem 14-17 September 2026: Daftar Wilayah yang Diterjang Angin Kencang dan Hujan
BMKG sebelumnya juga mengingatkan bahwa kondisi musim kemarau tidak berarti seluruh wilayah terbebas dari ancaman hujan ekstrem. Hujan deras dapat terjadi secara sporadis dan dalam waktu singkat di daerah tertentu.
Di lain sisi, persoalan kekeringan masih menjadi perhatian. Dalam pemantauan 10 hari terakhir, titik panas masih ditemukan terkonsentrasi di sejumlah kawasan, terutama Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatra Selatan, dan Papua Selatan. Kondisi tersebut berkaitan dengan masih kuatnya pengaruh El Nino. BMKG mencatat anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 mencapai +2,74 derajat celsius pada akhir Agustus 2026, yang menunjukkan kondisi El Nino berada pada level kuat.
Oleh karena itu, BMKG meminta masyarakat tetap menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan cuaca setempat. Masyarakat di daerah yang masih mengalami kekeringan juga diimbau menggunakan air secara bijak. Selain itu, pembakaran sampah maupun lahan juga sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat diminta mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, mulai dari pohon tumbang, baliho atau papan reklame roboh, genangan air, hingga potensi sambaran petir. Dengan kondisi cuaca yang dapat berubah cepat, masyarakat disarankan terus memperhatikan informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.(knu)
Baca juga:
Cuaca Indonesia Senin 14 September: Hujan Lebat Mengintai, BMKG Ingatkan Gelombang Laut Naik