Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional

Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto mengundang para mantan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (3/3) malam WIB. Pertemuan tersebut digelar sebagai ajang silaturahmi sekaligus membahas perkembangan situasi nasional dan dinamika geopolitik global yang tengah terjadi.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan bahwa seluruh presiden dan wakil presiden terdahulu diundang dalam agenda tersebut. Namun, ia mengaku belum mengetahui siapa saja yang telah mengonfirmasi kehadiran.

“Semua mantan presiden atau presiden terdahulu diundang. Tapi saya tidak dalam posisi mengetahui konfirmasi siapa yang bisa hadir dan siapa yang belum bisa hadir,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/3).

Baca juga:

Ego Amerika dan Belum Pernah ke Iran, Bakal Sulitkan Prabowo Jadi Penengah Perang

Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan momentum silaturahmi yang dinilai tepat digelar di bulan Ramadan.

Selain mempererat hubungan, Presiden Prabowo Subianto juga disebut ingin menyampaikan perkembangan terbaru terkait dinamika geopolitik global. Hal ini berkaitan dengan sejumlah kunjungan luar negeri yang baru saja dilakukan Prabowo dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Dasco, perkembangan situasi global saat ini perlu disikapi dengan kehati-hatian karena berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi dalam negeri, baik dari sisi ekonomi, keamanan, maupun stabilitas politik.

Baca juga:

Prabowo Siap Jadi Fasilitator Konflik Israel, DPR Ingatkan Kalkulasi Diplomasi

Lebih jauh, Prabowo juga ingin mendengar langsung pandangan serta pengalaman para presiden terdahulu sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan strategis.

“Pak Prabowo ingin mendengar masukan dan saran dari presiden terdahulu untuk dijadikan pertimbangan sekaligus dalam melakukan perencanaan mitigasi bagi bangsa dan negara,” kata Dasco.

Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat konsolidasi nasional di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang. (Pon)

Baca Artikel Asli