Merahputih.com - Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan strategi baru untuk melenyapkan tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan mengerahkan teknologi pengolahan skala mikro hasil inovasi universitas dalam negeri dalam forum Indonesia Economy Outlook (IEO) 2026.
Langkah strategis ini terintegrasi dengan gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) guna memastikan kebersihan lingkungan berjalan beriringan dengan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
"Saya terima kasih beberapa lembaga pendidikan tinggi kita telah mengembangkan alat-alat recycling, alat-alat pemusnah sampah yang ramah lingkungan. Kita berharap adanya alat-alat itu di setiap kelurahan dan kecamatan kita, sehingga sampah diselesaikan di tingkat yang terendah," tambahnya.
Inovasi Lokal Skala Kelurahan
Pemerintah menargetkan penyelesaian masalah sampah tuntas di tingkat paling bawah sehingga tidak perlu lagi ada pengiriman limbah domestik ke TPA yang jaraknya jauh.
Baca juga:
Efisiensi Anggaran Capai Rp 308 Triliun, Prabowo Tegaskan Terus Berupaya Menutup Kebocoran
Teknologi yang dikembangkan oleh berbagai lembaga pendidikan tinggi ini dirancang ramah lingkungan, tidak menghasilkan bau, dan cocok untuk penggunaan skala kecil di desa atau kelurahan.
"Indonesia harus berani memperbaiki semua bidang, termasuk kebersihan setiap desa hingga ibu kota negara. Saya minta dalam waktu sesingkat-singkatnya, kita akan buktikan. Saya minta kebersihan sampah," tegas Presiden Prabowo dalam pidatonya.
Presiden mengapresiasi kontribusi akademisi yang berhasil menciptakan alat daur ulang dan pemusnah sampah inovatif.
Target Eksekusi Tahun 2026
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyatakan bahwa kementerian tengah mempercepat tahapan uji coba teknologi tersebut. Metode yang dikaji mencakup gasifikasi, plasma-assisted, hingga reaktor plasma dingin yang mampu mengolah sampah hingga 10 ton per hari sesuai rata-rata produksi limbah di tingkat kelurahan.
"Ada beberapa teknologi yang dibicarakan dan segera dipilih. Penanganan sampah akan berjalan di level mikro agar lebih efektif," ujar Brian usai rapat terbatas di Istana, Rabu (11/2).
Baca juga:
Pujian Presiden ke Menteri, Prabowo: Pakar Dipersilahkan Menilai Kita Akan Buat Kejutan
Proyek pengolahan sampah ini tidak hanya menyasar skala mikro, tetapi juga skala besar melalui kolaborasi antara Danantara dan pemerintah daerah untuk mengubah sampah menjadi energi (waste-to-energy).
Pemerintah mematok target ambisius agar sistem ini sepenuhnya beroperasi pada tahun 2026 sebagai bagian dari transformasi sektor kebersihan nasional.