MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto menginginkan adanya gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng berbahan tanah liat atau gentengisasi sebagai bagian dari upaya memperindah wajah Indonesia.
Hal itu jadi perintah Presiden saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/1).
Presiden mengatakan bahwa penggunaan atap seng masih banyak mendominasi rumah-rumah di Indonesia.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa program gentengisasi" membuka peluang besar bagi industri genteng nasional untuk melakukan ekspansi kapasitas.
Baca juga:
Diperintah Presiden Prabowo Saat Rakornas, TNI Langsung Bersihkan Sampah di Bali
Industri genteng yang tergabung dalam Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) tersebut, memiliki tingkat utilisasi yang tinggi yang menunjukkan kesiapan, sekaligus kebutuhan untuk memperluas produksi seiring arah kebijakan pemerintah.
"Jadi yang tadi utilisasinya teman-teman Asaki sudah 90 persen, dengan adanya program gentengisasi, masih bisa ekspansi, tidak ada pilihan lain. Jadi harus siap-siap." ujar Menperin di Jakarta, Selasa.
Penggunaan genteng sebagai atap memiliki berbagai keunggulan dibandingkan material lain, baik dari sisi kenyamanan, ketahanan, maupun dampak lingkungan. Ini menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk mendorong gerakan gentengisasi secara berkelanjutan.
Menperin menilai kebijakan gentengisasi merupakan peluang strategis bagi pelaku industri untuk tumbuh lebih besar. Pemerintah, kata dia, telah mencanangkan gerakan tersebut sebagai arah kebijakan.
“Jadi memang banyak keunggulan, saya kira pemerintah sudah mencanangkan gerakan gentengisasi, dan ini sebuah oportunity yang luar biasa bagi teman-teman Asaki,” kata Menperin.
Ketua Umum Asaki Edy Suyanto menyambut positif arah kebijakan tersebut. Gentengisasi memberikan optimisme baru bagi industri genteng nasional yang saat ini berada di bawah naungan Asaki.
“Bagi kami ini tentu sebuah kabar yang sangat menggembirakan. Ini memberikan kami optimisme baru lagi untuk sektor genteng," ujarnya.
Edy menjelaskan, saat ini Asaki memiliki anggota dengan kapasitas produksi mencapai 85 juta meter persegi per tahun. Tingkat utilisasi industri pun telah berada di atas 90 persen, menandakan kebutuhan mendesak untuk ekspansi.
“Kapasitas 85 juta meter persegi per tahun produksinya. Boleh dikatakan hari ini sudah optimal utilisasinya, sudah di atas 90 persen,” katanya.