Prabowo: Elit Yang Tidak Lihat Negara Sedang Dijajah, Hatinya Beku
Sabtu, 01 September 2018 -
Merahputih.com - Calon Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia tengah terjajah dengan semakin terpuruknya kondisi ekonomi bangsa.
Hal tersebut dinyatakan Prabowo, sembari mengisahkan percakapannya dengan seorang pemuda saat menggelar bedah buku berjudul "Pandangan Strategis Prabowo Subianto, Paradoks Indonesia" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (1/9). Dari sepenggal cerita itu, Mantan Danjen Kopassus menyimpulkan bahwa ada yang janggal dengan bangsa ini.
"Saya beberapa hari yang lalu saya naik buggy. Anak muda yang jadi pengemudinya. Saya pikir 19 atau 20 tahun, Selamat ya pak maju (Capres), pak bawa perbaikan pak kita sudah capek pak di bawah. Saya tanya bagaimana menurut kamu? Kita dijajah pak. Anak muda ini yang bilang. Kita dijajah pak," ucap Prabowo, mengisahkan.
Melanjutkan, Prabowo menilai terjadi kondisi yang bertolak belakang dari percakapan dirinya dengan pemuda tersebut jika dilihat dari berbagai pemberitaan saat ini.
Berapa banyak kalangan elit, pengamat dan akademisi yang menyebut kondisi Indonesia baik-baik saja, ekonomi bagus. Tetapi realitasnya rakyat semakin miskin.
"Mingkin dia pendidikannya SMA. Dia saja merasakan dirinya dijajah. Kalau ada elite tidak melihat negara kita dijajah, Saya pikir hatinya beku. Banyak yang mengatakan rakyat indonesia baik kok. Ekonomi kita baik kok. Kalo kata anak itu 'iya bapak baik kita yang dibawah' betul tidak?" kata Prabowo yang disambut gempita tamu undangan.
Dari percakapan ini pula, tambah Prabowo, membuat dirinya semakin mantap melangkah untuk membuat perubahan.
"Dia lihat saya nyapres dia bilang ke saya untuk buat perubahan. Kata-kata itu yang buat saya terbersit dan dia tahu kondisi indonesia. Tapi kalau kita lihat di TV mainstream ekonomi bagus, Asian Games peringkatnya naik," tutur dia. (fdi)