Merahputih.com - Houston Stadium di Amerika Serikat jadi saksi bisu bagaimana runtuhnya keangkuhan raksasa Eropa pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026. Sorot kamera tertuju penuh pada sang Mega bintang, Cristiano Ronaldo yang tengah memburu rekor penampilan enam edisi turnamen sepak bola sejagat.
Baca juga:
Portugal vs RD Kongo: Rekor Head to Head Perdana, Analisis dan Prakiraan Pemain
Namun, kenyataan lapangan hijau berbanding terbalik dari ekspektasi publik sepak bola dunia, memaksa laga Portugal vs Kongo berakhir antiklimaks.
Selecao das Quinas menyusul nasib sial Brasil dan Spanyol gagal memetik poin penuh pada awal kompetisi akbar ini.
Cristiano Ronaldo tampil sejak menit pertama guna menyamai rekor penampilan Lionel Messi, namun gagal meniru produktivitas rival abadinya tersebut.
Baca juga:
Sejarah Hattrick Piala Dunia: Messi Tikung Ronaldo, Gol Gabriel Batistuta Paling Sulit Dipecahkan
Gol Kilat Neves dan Balasan Instan Kongo
Skuad asuhan Roberto Martinez langsung mengambil inisiatif serangan sejak sepak mula bergulir demi mengamankan kemenangan perdana.
Strategi ofensif tersebut membuahkan hasil manis saat laga baru berjalan enam menit melalui skema serangan sayap cepat.
Data dan fakta penting sepanjang jalannya pertandingan babak pertama hingga babak kedua:
- Menit 6: Joao Neves mencetak gol pembuka Portugal lewat sundulan akurat, memanfaatkan umpan matang Pedro Neto.
- Menit 45: Yoane Wissa menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat tandukan kepala, memaksimalkan operan silang Arthur Masuaku.
- Penguasaan Bola: Portugal mendominasi mutlak permainan hingga mencapai angka 68 persen sepanjang laga.
- Menit 55: Wasit menganulir gol akrobatik bek sayap Portugal, Joao Cancelo, karena jebakan offside pertahanan Kongo.
- Menit 57: Tendangan striker Kongo, Cedric Bakambu, membentur tiang gawang setelah berhasil merebut bola dari Bruno Fernandes.
- Menit 68: Kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, membuang peluang emas setelah eksekusi tendangannya melebar dari target.
Pertahanan Rapat Kongo Menggagalkan Tiga Poin
Melihat lini depan mulai buntu, Roberto Martinez memasukkan amunisi segar bertipe menyerang seperti Rafael Leao, Francisco Conceicao, hingga Goncalo Ramos.
Gelombang gempuran terus mengalir ke area penalti wakil Afrika tersebut sampai menit-menit akhir pertandingan.
Disiplin tinggi lini belakang Republik Demokratik Kongo sukses mementahkan seluruh peluang matang jawara Eropa 2016 ini.
Baca juga:
Adu Mekanik Messi dan Ronaldo Usai Sama-Sama Lewati Laga Internasional ke-200, Siapa Unggul?
Hasil imbang membuat Portugal berada dalam tekanan besar wajib menang saat bersua tim debutan Uzbekistan pada laga selanjutnya.
Sementara bagi Kongo, raihan satu poin berharga ini menjadi modal penting guna mengarungi ketatnya persaingan Grup K.
Susunan Pemain
Portugal
Diogo Costa; Tomas Araujo, Renato Veiga, Joao Cancelo, Nuno Mendes (Nelson Semedo 72'); Bruno Fernandes, Bernardo Silva (Francisco Conceicao 46'), Joao Neves, Vitinha (Goncalo Ramos 83'); Cristiano Ronaldo, Pedro Neto (Rafael Leao 72')
Republik Demokratik Kongo
Lionel Mpasi; Aaron Wan-Bissaka (Gedeon Kalulu 85'), Steve Kapuadi, Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba, Arthur Masuaku (Joris Kayembe 74'); Ngal'ayel Mukau (Noah Sadiki 57'), Samuel Moutoussamy, Edo Kayembe (Charles Pickel 74'); Cédric Bakambu (Simon Banza 85'), Yoane Wissa.