MerahPutih.com - Empat anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) tewas ditembak setelah terjadi kontak senjata dengan polisi di kawasan Trienggadeng, Pidie Jaya, Aceh. Pelaku meninggal dunia, termasuk pimpinan KKB, Abu Razak.
Keempat pelaku yang tewas ialah Abu Razak (pimpinan KKB), Wan Neraka, Zulfikar, dan Hamdi. Sementara seorang pelaku, Wan Ompong, kini ditahan di Polres Bireuen.
Baca Juga
Polisi menyebut kelompok kriminal bersenjata pimpinan Abu Razak di Aceh kerap melakukan aksi perampokan. Kelompok ini juga menyebarkan pesan yang tak sejalan dengan NKRI.
"Mereka berupaya untuk menyampaikan pesan-pesan yang tidak sejalan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mereka mempunyai senjata," kata Kadiv Humas Polri, Irjen M Iqbal kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (20/9).
Polisi masih mencari tahu asal senjata yang dimiliki kelompok ini. Polisi juga masih menunggu satu anggota KKB yang kritis untuk dimintai keterangan.
Baca Juga
Aparat Polisi Ditembak KKB saat Olah TKP Pembunuhan Briptu Hedar
"Mudah-mudahan yang kritis itu sehat, kita bisa dalami, niterograsi, untuk membuka tersangka-tersangka lain, pelaku-pelaku lain," ujarnya
Kelompok ini diduga masih punya anggota belasan orang. "Masih banyak (anggota yang tersisa), tapi tidak begitu, ya mungkin bisa cuma tinggal 10 atau 15 lagi," kata Iqbal yang juga mantan Kapolrestabes Surabaya ini.
Iqbal mengatakan, Abu Razak dan komplotannya selama ini sudah berstatus DPO. Mereka diduga beberapa kali melakukan aksi kejahatan.
"Pimpinannya dan seluruh anggota itu memang DPO. Pelaku-pelaku yang menjadi buron yang sudah beberapa kali melakukan aksi kejahatan, perampokan dan kekerasan," katanya.
Baca Juga
Polisi Masih Buru KKB yang Sandera Anggota Polri Hingga Meninggal
Direktur Reserse Kriminal Polda Aceh Kombes Agus Sarjito mengatakan kontak tembak dengan KKB terjadi Kamis (19/9) sor sekitar pukul 18.00 WIB. Lima anggota kelompok ini saat itu sedang dalam perjalanan ke Banda Aceh menggunakan mobil Avanza berpelat BL-1342-R.
"Anggota melakukan pengejaran kelompok tersebut dan ketika tiba di lokasi terjadi baku tembak. Satgas penindakan KKB akhirnya dapat melumpuhkan kelompok tersebut," kata Agus kepada wartawan. (Knu)