MerahPutih.com - Pengamanan di sejumlah gereja bakal diperketat setelah adanya serangan bom di Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3).
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi memastikan, pihaknya tengah mempelajari modus baru pelaku serangan teror yang kini mengancam tempat ibadah.
"Kami pelajari betul tentang modus yang dilaksanakan oleh para pelaku teror ini ya. Sehingga kegiatan di tempat ibadah khsusnya gereja kita akan adakan screening yang ketat," kata Hengki di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (29/3).
Baca Juga:
Kapolri Ungkap Sosok Pelaku Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral Makassar
Untuk mengamankan Pusat Ibu Kota Indonesia, Polisi dan TNI menerjunkan 389 personel gabungan yang berpatroli di wilayah Sudirman, Senayan, Bundaran HI hingga Monas. Selain itu, pihak gereja diminta memperket pintu masuk, apalagi kini tengah dalam masa persiapan Paskah.
"Artinya kapan itu pintu masuk bagi jemaah tentunya tidak boleh ada motor lewat sana. Nanti ada SOP tertentu yang akan kita atur," jelas Hengki.
Kemudian, dalam setiap pengamanan, Polisi dan TNI menyiapkan body sistem terhadap anggota. Anggota Polisi akan disebar didepan tempat-tempat ibadah khsusnya gereja melaksanakan misa.
Hengki juga memastikan, bakal mendekati tokoh agama untuk menciptakan rasa aman di masyarakat.
"Kami menjaga keamanan, dan juga preventif kita laksanakan upaya-upaya utk intinya memberikan rasa aman di masyarakat. "Dan apabila kita siap tentunya ini juga merupakan deterance bagi para pelaku untuk tidak melakukan di wilayah Jakpus," terang Hengki.
Hengki memastikan, Polisi bakal memantau pergerakan netizen di media sosial. Mengingat potensi terjadinya hasutan untuk melakukan ujaran kebencian.
"Jadi secara awal sudah diketahui mana yang melanggar UU itu sudah diingatkan. Ada tahapannya baru akan penindakan," jelas Hengki seraya memastikan kondisi di Jakarta Pusat berjalan aman.
Baca Juga:
Soal Bom Makassar, Ketua DPD RI Berharap Masyarakat tidak Terjebak Isu Agama